Tolooong, Sejumlah Orang Terjebak di Reruntuhan Gedung Gubernur Sulbar

Jumat, 15 Januari 2021 – 14:38 WIB
Dua korban masih terjebak di dalam reruntuhan Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang ambruk akibat gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat (15/1) pukul 02.28 Wita. Foto: ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

jpnn.com, MAMUJU - Gempa bermagnitudo 6,2 pada Jumat pukul 02.28 Wita, menghancurkan Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Sebanyak dua orang dilaporkan masih terjebak dalam reruntuhan gedung kantor gubernur.

BACA JUGA: Gempa di Majene Sulbar: 3 Orang Tewas, 24 Luka-luka, Hotel & Kantor Gubernur Rusak Parah

"Dua orang terjebak dalam bangunan Kantor Gubernur Sulbar yang terletak di Kelurahan Rangas kota Mamuju, bernama Muh Isra dan Abdul Rahman," kata kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulbar Muh Hamzih di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, dua orang yang terjebak masih terdengar suaranya saat dipanggil, dan mereka mengatakan masih dalam kondisi sehat, sehingga harus dilakukan evakuasi secepatnya.

BACA JUGA: Peristiwa yang Dialami Siswi SMP Ini jadi Peringatan Buat Para Orang Tua, Mengerikan

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama melakukan evakuasi agar kedua korban dapat diselamatkan.

Menurut dia, gempa yang begitu keras sekali sehingga bangunan Kantor Gubernur Sulbar yang berlantai empat itu ambruk.

BACA JUGA: Gegara Kue Bakpao Elon Priyono Berurusan dengan Hukum, Enggak Main-main

"Mari hadapi cobaan ini dengan tabah dan sabar, mari berdoa, semoga bencana ini cepat berlalu," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polman dan Kabupaten Majene telah menyatakan korban meninggal sementara ini ada tiga orang dan korban luka 200 orang selain itu ribuan warga mengungsi.

Gempa di Mamuju selain merobohkan Kantor Gubernur Sulbar, juga merobohkan gedung fasilitas pemerintah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hotel dan rumah penduduk.

Selain itu membuat jalur trans Sulawesi dari Majene menuju Kota Mamuju putus akibat jembatan dan jalan rusak, begitu juga dengan jaringan listrik padam, sehingga masyarakat sulit berkomunikasi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler