Top Banget! Solusi Menteri Nadiem Ini Ibarat Oasis di Tengah Padang Pasir

Sabtu, 11 April 2020 – 17:55 WIB
Nadiem Makarim. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengapresiasi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang membolehkan penggunaan dana BOS untuk subsidi kuota internet bagi guru dan siswa.

Proses pembelajaran kelas maya selama ini sudah berjalan selama tiga minggu. Memasuki minggu ke-4 satu persatu guru guru penggerak tumbang karena kekurangan kuota internet. Demikian juga siswa yang satu per satu mengundurkan diri karena keterbatasan paket kuota data.

BACA JUGA: Mas Nadiem, Lihatlah Siswa Sekolah Pribadi Depok Enjoy Belajar Daring

"Solusi Mendikbud Nadiem ini seolah (ibarat, red) menjadi oases di tengah padang pasir dan tumbangnya satu per satu guru-guru kita yang tengah menjalankan proses kelas maya," tutur Ramli dalam pesan elektroniknya, Sabtu (11/4).

Meski demikian dibutuhkan segera aturan tertulis yang dikeluarkan Mendikbud. Permendikbud tentang perubahan juknis BOS atau aturan lain yang secara tertulis bisa menjadi dasar harus segera dikeluarkan Kemendikbud.

BACA JUGA: Pak Guru di Flores Timur Cerita, Siswa-siswanya Antusias Belajar Daring

Ramli mengatakan, inspektorat di daerah tidak bisa menerima jika hanya sekadar omongan atau bincang-bincang seperti itu karena tidak bisa menjadi acuan. Harus segera dibuat produk hukum tertulis.

"Kepala sekolah tidak akan berani membuat kebijakan tanpa dasar hukum tertulis dari Kemendikbud. Untuk itu Kemendikbud harus segera membuat acuan tersebut," ucapnya.

BACA JUGA: Pengakuan Pasien Positif Corona Pertama di NTT, Ternyata Sempat Singgah di Jakarta dan Bali

Terkait pembelajaran melalui televisi ini mungkin menjadi solusi untuk daerah-daerah yang tertinggal dan tidak mendapatkan jaringan internet. Biar bagaimanapun dengan 12 jenjang pendidikan dan begitu banyak mata pelajaran tentu saja televisi tidak efektif untuk diandalkan.

Namun, menurut Ramli, upaya ini tetap patut diapresiasi. Sulawesi Selatan bahkan sudah bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia untuk proses pembelajaran di daerah-daerah terpencil.(esy/jpnn)
INGAT TNI Polri dan PNS Dilarang Mudik:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler