Top, Keris Fest 2017 di ISI Surakarta Sabet Rekor MURI

Minggu, 26 November 2017 – 20:28 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) menerima sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Sabtu (25/11) di kampus ISI Surakarta. Foto: dokumentasi SNKI for JPNN

jpnn.com, SOLO - Museum Rekor Indonesia (MURI) mengeluarkan sertifikat penghargaan untuk Keris Fest 2017 yang digelar di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta 25-28 November ini. Pasalnya, ajang pameran hasil kerja sama ISI Surakarta dengan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) itu menampilkan senjata tradisional termasuk keris dengan jumlah terbesar atau mencapai 1.001 buah.

Sertifikat rekor MURI diserahkan kepada Fadli Zon selaku ketua umum SNKI di kampus ISI Surakarta, Sabtu (25/11). Menurut Fadli, ISI Surakarta dan SNKI memiliki hubungan kuat.

BACA JUGA: Kondang di Indonesia, Peter F Gontha juga Beken di Polandia

“Kongres SNKI II pada 6 November 2017 juga digelar di kampus ISI Surakarta. Jadi, ini merupakan kali kedua SNKI bekerja sama dengan ISI Surakarta dalam perhelatan besar, dan kerja sama kedua ini ternyata bisa melahirkan rekor nasional,” ujar Fadli melalui siaran pers ke media, Minggu (26/11).

Wakil ketua DPR yang membidangi politik dan keamanan itu menambahkan, ISI Surakarta merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki program studi keris dan senjata tradisional. Karena itu, SNKI pun mengapresiasi kiprah ISI Surakarta.

BACA JUGA: Fadli Zon Berikan Pemahaman soal Papua ke Kabinet Polandia

“Program studi ini diharapkan dapat membangun perkembangan disiplin ilmu perkerisan, kerisologi, atau keris sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu tentang keris memang harus terus kita kembangkan,” harapnya.

BACA JUGA: DPR Dekati Polandia agar Dukung Penuh RI di Forum Dunia

Fadli menambahkan, Keris Fest 2017 merupakan upaya untuk membuat citra senjata tajam bersarung itu makin moncer. Selain itu, SNKI juga menggandeng ISI Surakarta untuk program Keris Goes to Campus dan Keris Goes to School.

Lebih lanjut Fadli mengatakan, UNESCO pada 25 November 2005 telah mengakui keris sebagai A Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Karena itu, kata Fadli, pengakuan UNESCO itu seharusnya mendorong Bangsa Indonesia lebih serius mengembangkan pengetahuan perkerisan.

“Apalagi, keris adalah bagian dari kekayaan nasional. Selain nilai budaya, nilai ekonomi dan pengetahuannya sangat besar,” ujar kolektor keris itu.(ara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli Zon Minta Polandia Bebaskan Visa Schengen ke Warga RI


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler