Topang Pemasaran Produk Buton, Kemendag Gandeng Kemendes

Senin, 31 Mei 2021 – 21:35 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Foto: Humas Kemendag RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyampaikan Sistem Resi Gudang (SRG) bisa diterapkan dan dimanfaatkan untuk memfasilitasi pemasaran produk pertanian Buton.

Produk pertanian dan perkebunan Buton yang cukup menonjol saat ini adalah jambu mete dan kelapa.

BACA JUGA: Pernyataan Tegas Wamendag soal Sawit Indonesia, Ditujukan untuk Uni Eropa

Menurut Jerry, jambu mete banyak diekspor ke Vietnam. Sementara produk kelapa masih belum dimanfaatkan secara optimal. 

“Produk-produk unggulan Buton perlu didukung dengan menciptakan ekosistem dan mata rantai perdagangan yang bagus," kata Wamendag, Senin (31/5) 

BACA JUGA: Wamendag: Pahami Risiko Investasi Aset Crypto

Tujuan ekspor, kata Jerry, agar ada kepastian soal harga yang bagus dan kelangsungan pasokan itu sendiri. Pada Januari lalu Buton mengekspor 48 ton jambu mete ke Vietnam.

Buton selain mempunyai sentra perkebunan mete juga mempunyai pabrik pemroses mete. Sedangkan permintaan buah kelapa sangat banyak, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. 

BACA JUGA: Harapan Wamendag kepada ASN dan Pelaku Usaha di Hari Lebaran

“Mata rantai pasoknya harus benar-benar dijaga agar memberikan imbal balik yang adil bagi seluruh pelaku usaha di sektor ini," tambah Jerry.

Kementerian Perdagangan dalam upayanya memfasilitasi perdagangan produk-produk Buton juga menggandeng Kementerian Perdesaan, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal.

Menurut Wamendag, Kemendes PDTT punya jaringan dan instrumen kuat, baik untuk produksi maupun pemasaran di tingkat masyarakat.

Kemendes misalnya membina Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan membina sektor-sektor usaha kecil di desa yang berkisar dari produksi pertanian, kerajinan maupun perikanan budi daya. 

Oleh karena itu, Wamendag mengharapkan sinergi yang baik dan berkelanjutan dengan Kemendes. Selain itu, dia berencana untuk menjalin sinergi dengan kementerian maupun lembaga lain, baik lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ke depan kami berharap sinergi yang makin bagus dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian investasi, KKP dan lain-lain agar produk-produk daerah bisa makin optimal baik di aspek produksi maupun pemasaran," tandas Wamendag.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Buton La Bakry mendukung dan menyambut gembira. Menurutnya, daerah sebenarnya punya banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Pemerintah perlu memberikan pendampingan, fasilitasi dan insentif baik secara teknis, keuangan maupun akses pasar. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler