Tour de Singkarak Bikin Macet Kota Padang

Ruas Jalan Dialihkan, Panitia Dinilai Tak Sosialisasi

Selasa, 07 Juni 2011 – 11:21 WIB
PADANG - Akibat ditutupnya beberapa ruas jalan yang digunakan sebagai rute Tour de Singkarak (TdS) kemarin (6/6), beberapa ruas jalan di kota Padang mengalami kemacetan totalDi pertigaan Jl Sam Ratulangi yang menghubungkan Jalan Permindo, Ratulangi, dan Belakang Olo misalnya, terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang.

Pantauan Padang Ekspres (grup JPNN) di lokasi tersebut, tidak ada petugas kepolisian atau panitia TdS yang mengatur lalu lintas pengendara

BACA JUGA: Capai Rp 7.000 per Kilo, Harga Cabai Terjun Bebas

Akibatnya, kendaraan dari arah Pasar Raya ke arah Jl Sudirman, berlawanan arah dengan arus kendaraan dari Ratulangi ke arah Belakang Olo
Belum lagi pengendara yang keluar-masuk jalan-jalan kecil di sekitar kawasan tersebut.

Karena tidak ada petugas dan traffic light untuk mengatur lalu lintas, beberapa pengendara akhirnya dengan sesukanya melawan arus searah di sepanjang Jalan Permindo

BACA JUGA: Ratusan Penumpang Lion Air Mengamuk

Kemacetan pun lantas tidak bisa dihindarkan.

Kemacetan juga terpantau terjadi di Jalan Abdul Muis, Jalan Koto Tinggi, Jati, Jalan Ujuanggurun, Jalan Agus Salim, Jalan Proklamasi, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga jalan Gadjah Mada
Termasuk juga di jalan-jalan kecil sepanjang Banda Bakali, yang penuh sesak oleh pengendara kendaraan bermotor.

Beberapa pengendara mengeluhkan keadaan tersebut

BACA JUGA: Menkeu Didugat Rp1 Triliun Lebih

"Tidak masalah kalau jalan dialihkan, tetapi mesti dijelaskan dulu kepada masyarakat," kata Arman, pengendara mobil yang bergerak dari arah Pasar Raya menuju Lubukalung saat terjebak macet di pertigaan RatulangiMestinya, kata Arman, ada pengawasan dari aparat terhadap jalur tadi, sehingga tidak timbul kemacetan.

Soal sejumlah jalan ditutup karena ada iven TdS, Arman mengaku tidak mengetahui arus kendaraan dipindahkan ke mana saja"Mestinya, dengan pelaksanaan TdS yang sudah ketiga kalinya, panitia, termasuk dari unsur aparat, telah menyiapkan antisipasi dan sosialisasi sejak jauh-jauh hari, ke mana arus kendaraan dialihkan," cetusnya.

Salah seorang pengemudi angkot jurusan Pasar Raya-Tabing, Rizky, juga mengeluhkan pemindahan jalur kendaraan itu"Sudah-lah penumpang sedikit, jalan macet pula," katanya"Bagaimana angkot bisa dapat penumpang, karena harus melewati jalur angkot lain begini," tambahnya dengan nada kesal.

Sementara, kemacetan tersebut juga berimbas pada pemasukan pedagang yang terpaksa menjadi berkurangPasalnya, banyak dari masyarakat yang tidak jadi berbelanja ke pasar, karena harus menghadapi macet di hampir semua ruas kendaraan ke arah pusat kota.

Yerni, seorang penjual pakaian di kawasan Sandang Pangan mengaku, pada hari ini ia harus sepi pembeli"Lebih ramai kemarin daripada sekarang, BangKalau kemarin sudah penuh, sekarang setengahnya saja belum sampai," katanya.

Sementara di sepanjang Jalan Permindo, pengendara kendaraan tampak tumpah-ruah karena jalan dialihkan"Di jalan saja yang ramai, di toko-toko malah nggak ada pengunjungnya," kata Lidya, seorang penjual sepatu di tepi Jalan Permindo"Tidak banyak pembeli yang datang, Bang," ungkapnya pula(mg8/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mangindaan Tak Mau Tahu Tes Ulang CPNS Boltim


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler