Trading Surat Utang Lebih Transparan

Sabtu, 08 April 2017 – 02:29 WIB
Ilustrasi. Foto Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Transaksi surat utang negara ritel (Obligasi Ritel Indonesia/ORI) kini semakin terbuka berkat fasilitas electronic trading platform (ETP).

Pembelian dan penjualan ORI dapat dilakukan secara online di papan pasar modal.

BACA JUGA: Indah Kiat Sabet Penghargaan Investasi 2017

ETP adalah sebuah fasilitas yang menyediakan layanan pengiriman kuotasi bid dan offer dari partisipan.

Sistem itu mengeksekusi kuotasi menjadi transaksi.

BACA JUGA: Tahun Depan, 35 Emiten Baru Melantai di Bursa

ETP juga mencatat pendistribusian data sebelum perdagangan dilaksanakan (pre-trade) dan data setelah perdagangan dilaksanakan (post-trade) secara elektronik ke pelaku pasar dan publik.

Selama ini, perdagangan surat berharga negara seperti ORI dilakukan dengan sistem over the counter.

BACA JUGA: Bentuk PEI, Sejarah Baru Pasar Modal Indonesia

Meski dilakukan secara online, perdagangannya dilakukan tertutup.

Dengan ETP, investor bisa melihat harga penawaran, harga beli, serta volumenya di papan perdagangan bursa secara terbuka.

Implementasi ETP akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, platform ETP baru bisa digunakan untuk transaksi ORI.

Selanjutnya, platform tersebut bisa dipakai untuk transaksi surat utang yang lain seperti sukuk maupun obligasi korporasi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio berharap peluncuran ETP membuat varian jenis investasi semakin menarik bagi investor.

Apalagi, jika dilihat dari sisi imbal hasil, investasi di produk investasi berbasis surat utang berpotensi memberikan imbal hasil yang prospektif bagi investor.

”Setiap investor punya pilihan, fixed income kan juga buat pilihan selain saham. Orang itu biasanya suka kombinasi, sekian persen di saham, sekian persen di fix income. Yang penting kan fixed income itu transparan dan likuid,” kata Tito saat peluncuran ETP, Kamis (6/4).

Kementerian Keuangan sejauh ini telah menerbitkan 13 seri ORI. Rata-rata kupon ORI sekitar sembilan persen per tahun.

Dalam ETP ini, ada enam perusahaan efek dan lima bank umum yang mendukung perdagangan surat utang melalui ETP.

Perusahaan efek itu adalah BNI Sekuritas, Danpac Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sucorinvest Central Gani, Trimegah Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan bank umum yang merupakan anggota ETP, antara lain, Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank Permata, dan Citi.

Kemarin, ada 23 kuotasi yang disampaikan anggota ETP. Yakni, kuotasi atas ORI011, ORI012, dan ORI013.

Transaksi perdana di sistem ETP terjadi atas ORI013 antara Indo Premier Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.

Peluncuran ETP juga didukung BI dengan menunjuk Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai penyelenggara kliring atas transaksi surat utang negara (SUN) melalui ETP.

Harapannya, itu dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia sehingga semakin maju dan berkembang.

”ETP dapat meningkatkan likuiditas di pasar surat utang sehingga dapat meningkatkan basis dan minat investor, baik ritel maupun institusi. Platform ini juga mendukung stabilitas pasar keuangan domestik,” ujar Tito. (rin/c10/noe)

 


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler