Tragedi Arung Jeram, Hanya Kerudung Rita yang Terlihat Mengapung..

Senin, 14 November 2016 – 10:46 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPG

jpnn.com - BANYUWANGI - Salah satu mahasiswi dari rombongan pencinta alam Mapala, Universitas PGRI, Banyuwangi, hilang.

Korban hilang itu adalah Rita Marta Ayu, 18, warga Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Wongsorejo.

BACA JUGA: Kabar Duka, Satu Balita Korban Molotov di Gereja Meninggal Dunia

Peristiwa itu terjadi saat mereka melakukan arung jeram (rafting) di Sungai Kedung Lowo, Dusun Ledok, Desa Jelun, Kecamatan Licin, kemarin (13/11).

Berdasar informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, musibah tersebut bermula saat rombongan melakukan kegiatan di sekitar Sungai Kedung Lowo.

BACA JUGA: Kapolres: Mutasi Tak Perlu Dipertanyakan

Tiba di sana sekitar pukul 10.00, rombongan langsung melaksanakan kegiatan arung jeram di sepanjang sungai menggunakan perahu karet. Satu perahu diisi enam mahasiswa, termasuk korban.

Nah, di tengah perjalanan menyusuri sungai, tepatnya sekitar pukul 13.00, tiba-tiba perahu yang ditumpangi korban terbalik.

BACA JUGA: Malaysia Mendeportasi 70 TKI Asal NTB, Ini Alasannya

Seluruh penumpang tercebur ke dalam sungai, termasuk korban. Satu per satu mahasiswa Mapala Uniba pun berusaha menyelamatkan diri keluar ke permukaan air.

Nahas, seorang penumpang perahu karet, yaitu Rita, tidak kunjung muncul ke permukaan. Diduga, korban tenggelam dan terbawa arus sungai hingga akhirnya dinyatakan hilang.

Mengetahui hal itu, teman-teman korban dan pemandu berusaha mencari.

Sayang, hasilnya nihil. Mereka pun memutuskan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang berwenang.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPPD Eka Muharam Suryadi yang diwakili petugas lapangan BPBD Ade menyatakan, perahu karet tersebut terbalik saat melintas di sebuah aliran sungai yang cukup curam.

Dari informasi petugas BPBD di lapangan, si pemandu tidak mengetahui bahwa di sana ada aliran sungai yang cukup curam sehingga mengakibatkan perahu terbalik.

"Mahasiswa atas nama Rita Marta Ayu (korban, Red) belum ditemukan. Kami masih berusaha mencari," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR BPBD Banyuwangi dan Polsek Licin dibantu SAR Ketapang masih menyisir Sungai Kedung Lowo.

Tanda-tanda keberadaan korban hingga tadi malam juga belum bisa dipastikan petugas.

"Seluruh Teman-teman korban sangat panik. Pencarian terus kami lakukan sampai ketemu," katanya.

Sementara itu, sampai tadi malam (13/11), pencarian masih dilakukan tim gabungan BPBD Banyuwangi, Polsek Licin, dan
Koramil Licin dibantu warga sekitar.

Berdasar informasi tambahan yang diperoleh, beberapa orang warga juga menyisir area sekitar Kedung Lepen, Dusun Srampon, Desa Segobang.

Wilayah tersebut menjadi titik awal keberangkatan perahu karet yang digunakan enam mahasiswa itu melakukan arung jeram.

Beberapa orang warga terlihat mencoba meraba sungai sedalam 8 meter di bawah air terjun.

Danpos Licin Pelda Ludiyanto mengungkapkan, anggotanya akan menyisir sampai malam hari untuk membantu pencarian.

Jika masih belum ada hasil, pencarian akan dilanjutkan hari ini mengingat lokasi yang cukup jauh dari penerangan.

Dari keterangan korban selamat, ada kerudung dan tas Rita yang mengambang setelah perahu karet terbalik. (tfs/fre/aif/c5/diq/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Jumlah PHK Januari-November


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler