Tren Ekspor AMDK Meningkat, Nilainya Masih Kecil

Kamis, 28 Maret 2019 – 14:26 WIB
Ilustrasi galon Aqua. Foto: Aqua

jpnn.com, SURABAYA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor air minum dalam kemasan (AMDK) sepanjang tahun 2018 naik 13,76 persen dibandingkan pada 2017.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat menjelaskan, peningkatan ekspor tersebut bukan karena permintaan dalam negeri yang melambat.

BACA JUGA: Air Putih Dalam Kemasan Bisa Basi?

“Lebih didorong oleh keinginan produsen untuk memperluas market-nya," tutur Rachmat di Surabaya, kemarin (27/3).

Rachmat menerangkan, beberapa negara tujuan ekspor air minum dan air mineral di antaranya ialah Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, dan Australia.

BACA JUGA: Air Minum Kemasan Galon Ramah Lingkungan

Walaupun tren permintaan AMDK ke luar negeri menunjukkan angka yang positif, kenyataannya nilai tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan penjualan domestik.

Secara nilai dan volume, kontribusi ekspor masih di bawah lima persen. Sisanya diisi oleh demand dalam negeri.

BACA JUGA: Industri AMDK Seksi, BUMN Bangun Pabrik di Surabaya

"Namun, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa produsen sekarang sudah mulai gencar membidik ekspor dan itu harus terus dioptimalkan," ujar Rachmat.

Sementara itu, berdasarkan data Aspadin, konsumsi AMDK tahun lalu tercatat mencapai 29 miliar liter secara nasional.

Daerah yang memiliki jumlah konsumsi terbesar ialah wilayah Jawa dan Bali dengan porsi 60 persen. Setelah itu disusul Sumatera, Sulawesi, dan daerah lainnya.

"Ekspektasi kami kebutuhan AMDK di tahun politik ini akan mampu meningkat di kisaran sepuluh persen. Terlebih lagi setelah kampanye langsung diteruskan momen Ramadan dan lebaran," tegas Rachmat.

Untuk mengantisipasi adanya kenaikan tersebut, pihaknya bersama anggota yang tergabung dalam Aspadin telah melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya memaksimalkan produksi, menambah pasokan untuk menunjang permintaan, serta memperluas atau menyewa gudang guna menyimpan stok AMDK.

"Kami juga menyiapkan logistiknya supaya distribusi barang lancar untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan air minum," tutur Rachmat.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk mempermudah regulasi perizinan penggunaan sumber daya air demi meningkatkan pertumbuhan penjualan bisnis AMDK.

"Sebab, memang kendalanya sejauh ini terletak di perizinan yang kurang lancar, terutama di daerah-daerah yang dekat pegunungan. Misalnya, di Jawa. Nah, tahun ini kami berharap regulasinya bisa lebih kondusif lagi," imbuh Rachmat. (cin/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cleo Catatkan Pertumbuhan Double Digit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler