Trump Bilang Ada Aksi Teroris di Swedia, Hot Dog Jatuh?

Selasa, 21 Februari 2017 – 09:21 WIB
Donald Trump. Foto: AFP

jpnn.com - jpnn.com -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat blunder, Sabtu (18/2) waktu setempat. Pengganti Barack Obama itu menyebut Swedia sebagai salah satu contoh negara yang menjadi sasaran teroris, karena terlalu ramah terhadap pengungsi dan imigran.

Padahal, tidak ada teror di negara Skandinavia di wilayah utara Eropa tersebut. "Kami menghubungi (Departemen Luar Negeri, Red) AS untuk mencari tahu apa yang dimaksud (Trump) sekaligus meminta penjelasan dari mereka,’’ kata Catarina Axelsson, jubir Kementerian Luar Negeri Swedia.

BACA JUGA: Saya Yahudi, Tapi Saya Muslim Hari Ini

Dalam pidatonya di Kota Melbourne, Brevard County, Negara Bagian Florida, Trump menyatakan bahwa teror di Swedia baru saja terjadi. Yakni, pada Jumat malam (17/2).

Merasa tidak ada insiden seperti yang Trump maksudkan, Swedia pun lantas angkat bicara. Selain Kementerian Luar Negeri, Menteri Ketenagakerjaan Ylva Johansson langsung mengontak Washington.

BACA JUGA: Kehadiran USS Carl Vinson Bikin Tiongkok Tersinggung

Dia meminta Trump menjelaskan maksud kata-katanya yang langsung tersiar ke seluruh penjuru dunia pada akhir pekan lalu itu. ’’Hanya jawaban (Trump, Red) yang bisa membuat semuanya jelas,’’ ungkapnya.

Sabtu lalu, dalam kampanye Make America Great Again di salah satu negara bagian terpanas AS tersebut, Trump membela kebijakan imigrasinya yang kontroversial. Dia menegaskan, pengetatan perbatasan dan seleksi imigran merupakan dua mekanisme wajib untuk menyelamatkan AS dari teroris. Sebab, dia tidak mau AS menjadi sasaran teroris seperti beberapa negara di Eropa.

BACA JUGA: Dukungan Buat Trump Terendah dalam Sejarah AS

’’Anda semua tahu apa yang terjadi di Jerman. Anda juga tahu apa semalam (Jumat malam, Red) terjadi di Swedia. Swedia, apa Anda percaya? Swedia. Mereka menampung terlalu banyak (pengungsi, Red). Mereka pun langsung mendapatkan masalah yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya,’’ paparnya dengan penuh percaya diri.

Dalam kalimatnya, Trump tiga kali menyebut Swedia. Hal itu menunjukkan bahwa dia memang yakin terjadi aksi teror di negara tersebut. Dia lantas menyebut tiga kota di Eropa yang menjadi sasaran aksi teror baru-baru ini. Yakni, Kota Brussels di Belgia dan Kota Nice serta Kota Paris di Prancis. Mengenai tiga kota itu, taipan 70 tahun tersebut benar. Tapi, tentang Swedia, dia salah besar.

’’Swedia? Aksi teror? Apa yang baru saja dia isap? Tanda tanya besar,’’ tulis mantan Perdana Menteri (PM) Swedia Carl Bildt pada akun Twitter-nya.

Dalam hitungan detik, tagar #lastnightinSweden alias Swedia semalam langsung menjadi topik hangat dunia maya. Para pengguna Twitter langsung mengunggah kejadian-kejadian Jumat malam di Swedia. Tentu saja, kejadian tidak penting. Tujuan mereka hanya menyindir Trump.

’’#lastnightinSweden anak saya menjatuhkan hot dognya di api unggun. Sayang sekali!’’ cuit salah seorang pengguna Twitter.

Kalimat itu langsung menarik perhatian Gunnar Hokmark, salah seorang legislator Swedia yang duduk di Parlemen Eropa. Dia lantas mengunggah ulang tweet tersebut dan menambahkan komentarnya yang berbunyi, ’’Bagaimana dia bisa sampai tahu?’’

Akun resmi Swedia di Twitter, @Sweden, pun kebanjiran komentar. Rata-rata, netizen menanyakan kebenaran kabar yang Trump sebar luaskan dari Florida itu. Emma, kurator yang kebetulan pekan ini bertugas mengelola akun tersebut, mengaku menerima 800 mention dalam waktu empat jam setelah keterangan Trump tersebar.

Dia pun kewalahan menjawab pertanyaan yang berdatangan. "Tidak. Tidak ada apa pun yang terjadi di Swedia. Tidak ada serangan teroris. Sama sekali,’’ katanya.

Akun @Sweden merupakan akun resmi pemerintah yang dikelola bergantian oleh warga negara terpilih. Tiap pekan, pengelola akun itu berganti. Emma yang bertugas pekan ini pun terpaksa aktif membuka media online dan membaca koran demi menjawab pertanyaan pengguna Twitter tentang teror di Swedia.

Sindiran bertubi-tubi lewat media sosial andalan Trump tersebut jelas membuat presiden ke-45 AS itu gerah. Dia pun lantas memberikan penjelasan. ’’Pernyataan saya tentang kejadian di Swedia merujuk pada tayangan @FoxNews soal Swedia dan imigran,’’ tulis suami Melania Knauss tersebut pada akun @realDonaldTrump Minggu waktu setempat (19/2).

Seperti yang selalu dia lakukan selama sebulan terakhir sejak menjadi penguasa Gedung Putih, Trump kembali mencari kambing hitam. Kali ini dia menyalahkan FoxNews. Jumat malam itu, media favorit Trump tersebut menyiarkan tayangan dokumenter tentang Swedia yang menampung 400.000 pengungsi sejak 2013. Namun, tayangan itu tak sedikit pun menyinggung soal terorisme.

FoxNews memang mengungkap banyak masalah yang berkaitan dengan imigran dalam tayangannya. Tapi, tidak satu pun yang merujuk pada masalah keamanan. Apalagi, melaporkan tentang aksi teror. Sebab, memang tidak ada aksi teror yang terjadi di Swedia meskipun negara tersebut merupakan salah satu negara Eropa dengan jumlah individu (pengungsi dan imigran, Red) radikal terbanyak.

Blunder tentang Swedia itu melengkapi serangkaian kesalahan pemerintahan Trump mengenai insiden imajinatif. Sebelumnya, Kellyanne Conway yang merupakan salah seorang penasihat Trump menciptakan Bowling Green Massacre. Bersamaan dengan itu, Sean Spicer, jubir Gedung Putih, juga menyebut teror di Atlanta sebagai alasan memperketat imigrasi. Padahal, insiden yang dia maksud terjadi di Orlando. (afp/reuters/bbc/theguardian/hep/c22/any/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mo Farah Takut sama Trump


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler