TSE Group Diminta Aktif Berdayakan Warga Papua

Kamis, 01 April 2021 – 13:04 WIB
Orang Asli Papua (OAP) yang dipekerjakan di pabrik pengolahan kelapa sawit milik Tunas Sawa Erma Group (TSE Group), di Papua. Foto: dok. TSE

jpnn.com, BOVEN DIGOEL - Alfa Yame, warga asli Getentiri, Boven Digoel, Papua, hampir tiap hari harus pergi ke hutan untuk mendapatkan bahan makanan.

Dia harus menempuh berjam-jam dan waktu yang tak sedikit untuk bisa sampai ke hutan.

BACA JUGA: Kemendikbud Dorong SMK di Papua dan Papua Barat Tingkatkan Kolaborasi dengan Industri

“Harus kerja setengah mati untuk bisa makan,” tutur Alfa Yame dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Namun beban Afra sudah lebih ringan sejak dia bergabung dengan PT Tunas Sawa Erma, perusahaan bagian dari TSE Group.

BACA JUGA: Satgas TMMD Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Papua

Afra kini mampu membeli bahan makanan yang dibutuhkannya dari pemasukan rutin yang didapatkan dari TSE Group.

Pria 26 tahun itu sudah perlu lagi ke hutan untuk berburu hewan maupun sayuran.“Sudah merasa enak, bisa beli apa yang kami mau,” ucapnya.

BACA JUGA: Bakal Pantau Langsung Sinkronisasi Data Bansos Papua, Risma: Kami Harus Jemput Bola

Selain pendapatan, dia juga mendapat banyak manfaat. Berbagai bantuan yang diserahkan perusahaan telah memudahkannya untuk menjalankan keseharian, mulai dari transportasi, beasiswa hingga menyediakan bahan makanan.

Dari berbagai bantuan itu, Afra merasa paling terbantu dengan kehadiran kendaraan. Sebelumnya, ia masih harus berjalan untuk menuju suatu lokasi.

Dengan bantuan kendaraan yang disediakan TSE Group, Afra tidak perlu lagi bekerja keras untuk mobilisasi. Perjalanan yang jauh kini sudah terasa lebih dekat.

“Harapan saya, TSE harus bertahan lama karena kami sangat terbantu dengan keberadaannya di sini,” ujarnya.

Tak hanya Afra, warga lain yakni Petrus Boryemu (51) juga memiliki asa serupa.

Laki-laki yang sudah bekerja selama 22 tahun di TSE Group ini berharap agar perusahaan dapat terus menjalankan aktivitas perekonomian di Papua, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat bisa rutin dilaksanakan.

Warga Asiki, Boven Digoel itu menjabat sebagai kepala seksi di bagian humas PT Berkat Cipta Abadi (BCA) yang juga masih menjadi bagian dari TSE Group.

Sebelum berkarier di TSE Group, dia kesulitan membeli bahan makanan. Dia harus berburu dulu untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga.

“Hidup keluarga saya bisa tercukupi dan tidak seperti dulu lagi,” katanya.

Petrus berharap, TSE Group makin aktif melakukan pemberdayaan masyarakat. Khususnya kepada anak-anak asli Papua melalui program pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas mereka, sehingga mampu bersaing di pasar kerja. (jlo/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler