Tuan Guru Sahabat Ganjar Menggencarkan Edukasi Pencegahan Stunting di Asahan

Kamis, 22 Juni 2023 – 17:30 WIB
TGS Ganjar Sumut menggelar edukasi tentang bahaya dan pencegahan stunting dalam pandangan Islam kepada Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah. Kegiatan itu digelar di Dusun IV, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (21/6). Foto: TGS Ganjar Sumut.

jpnn.com - ASAHAN - Pemerintah Republik Indonesia pada tahun ini menargetkan angka stunting pada anak turun menjadi 17 persen.

Sukarelawan Ganjar Pranowo, Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara mendukung pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia.

BACA JUGA: Gerakan Pemuda dan Perempuan Ganjar Gelar Pelatihan Membuat Suvenir di Gowa

Salah satu yang dilakukan TGS Ganjar Sumut ialah menggelar edukasi tentang bahaya dan pencegahan stunting dalam pandangan Islam kepada Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah.

Kegiatan itu digelar di Dusun IV, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (21/6).

BACA JUGA: Cegah Stunting Anak, Ibu-ibu Diajari Masak Murah Bergizi oleh Chef Ravi Raffaello

Koordinator Wilayah Tuan Guru Sahabat Ganjar Sumut Zulpi Andika mengatakan pihaknya menggencarkan edukasi tentang bahaya dan pencegahan stunting dalam pandangan Islam di Kabupaten Asahan.

Menurut Zulpi, TGS Ganjar juga mendengar aspirasi masyarakat yang ingin mengetahui dan memahami persoalan tersebut.

BACA JUGA: Mak Ganjar Sumsel Ajarkan Masyarakat Membuat Tapai dari Singkong

"Kami melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting yang berbasis agama. Kami melaksanakan edukasi ini juga berdasarkan permintaan masyarakat di sini," ucap Zulpi Andika di sela-sela kegiatan.

Zulpi menuturkan pihaknya melaksanakan penyuluhan ini untuk mendukung program pemerintah di Kabupaten Asahan. Sebab,  pemerintah terus menggalakkan program pencegahan stunting dan penanganannya.

"Yang ditekankan dalam edukasi ini adalah bahaya stunting, khususnya di Sumut. Nah, Pencegahan stunting berbasis agama Islam ini sangat penting karena menjadi salah satu cara mencetak generasi muda ke depannya," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Zulpi, pencegahan stunting pada anak dalam pandangan Islam dimulai sejak dari kandungan. “Di dalam Al-Qur'an, sudah ditekankan bagaimana cara merawat anak selagi di kandungan,  dilahirkan, hingga dewasa," katanya.

Zulpi mengatakan bahwa dalam pandangan Islam, pencegahan stunting pada anak disinggung. Misalnya, kewajiban menyusui anak hingga dua tahun.

Selain itu, orang tua wajib memberikan nafkah kepada anaknya sejak di dalam kandungan agar kebutuhan gizi sang anak terpenuhi hingga dewasa. Tujuannya, tidak terjadi kasus kurang gizi atau stunting pada anak.

Lebih lanjut Zulpi berharap setelah digelarnya edukasi ini masyarakat lebih memperhatikan pola mengasuh dan mendidik anaknya sejak dini.

"Harapannya, masyarakat paham dan mengerti tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak agar terhindar dari stunting," ucapnya.

Zulpi menambahkan anak-anak inilah yang membangun negara ini ke depannya. Karena itu, dibutuhkan generasi muda yang berakhlakul karimah.

"Kalaupun anak ini benar dalam segi mendidik dan sebagainya, insyaallah bangsa ini ke depan akan memiliki generasi penerus yang berakhlakul karimah serta sehat lahir dan batin," ucapnya.

TGS Ganjar Sumut juga memberikan pengeras suara dan tikar untuk mendukung kegiatan keagamaan di Kabupaten Asahan.

TGS Ganjar Sumut dan masyarakat di sana mendoakan Ganjar Pranowo menjadi presiden 2024 agar masalah stunting atau gizi buruk di Indonesia bisa diturunkan.

Sementara itu, Nur Aisyah, peserta edukasi pencegahan stunting, mengucapkan terima kasih atas digelarnya penyuluhan tersebut serta menyambutnya dengan antusias.

"Kami sangat berterima kasih karena mendapatkan pengetahuan tentang bahaya stunting dan cara pencegahannya," ungkap ketua Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah ini.

Aisyah dan jemaah lainnya diberi edukasi tentang kewajiban mengurus anak dengan baik. "Tadi kami mendapatkan edukasi tentang kurangnya gizi, kewajiban menyusui anak hingga dua tahun dan lain sebagainya," katanya.

Dia juga berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di beberapa tempat agar angka stunting makin berkurang. Aisyah dan jemaah lainnya juga mendoakan Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo mampu memimpin Indonesia ke depan dan dapat menyelesaikan persoalan gizi buruk di Indonesia.

"Harapannya Bapak Ganjar semoga bisa menjadi presiden dan pemimpin yang terbaik," ujarnya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler