Tuding Abdul Somad Anti-Pancasila, Senator Bali Diperkarakan

Senin, 11 Desember 2017 – 11:19 WIB
Ustaz Abdul Somad. Foto: Instagram

jpnn.com, JAKARTA - Kasus penolakan terhadap Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah di Bali, Sabtu (9/12), berlanjut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Anggota DPR RI Lukman Edy akan melaporkan anggota DPD asal Bali Arya Wedakarna ke Badan Kehormatan DPD, Senin (11/12).

BACA JUGA: Pemuda Tarbiyah Anggap Penolakan UAS Mencoreng Nama Bali

“Saya akan melaporkan Arya Wedakarna ke BK karena telah memfitnah Ustaz Abdul Somad saat tengah melakukan safari dakwah di Bali,” kata LE, sapaan Lukman Edy, Minggu (10/12).

Dia menambahkan, fitnah itu membuat sekelompok orang menggeruduk dan mencegat Abdul Somad di Hotel Aston.

BACA JUGA: Jemaah, Ini Klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal Insiden Bali

“Kejadian yang menimpa Ustaz Abdul Somad di Bali dipicu dengan pernyataan Arya Wedakarna. Saya minta BK menindak tegas anggota DPD yang menebarkan fitnah," imbuh wakil ketua Komisi II DPR itu.

Sebelumnya, Arya menuding Abdul Somad anti-Pancasila melalui unggahannya di Facebook.

BACA JUGA: MUI Sesalkan Penolakan Terhadap Ustaz Abdul Somad

“Siapa pun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapa pun  yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti-Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” tulis Wedakarna melalui akun Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12).

Wedakarna menyebut penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya.

Dia menyertakan screenshoot posting-an Instagram creme_de_violette yang berisi kalimat: Jangan biarkan mereka meracuni Bali Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua. (fat/boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... LE: Dokumen Parpol Harus Diteken Ketum dan Sekjen Definitif


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler