Tugu Kuntilanak 100 Meter Dekat Jembatan, Hihihihihihi

Selasa, 17 Januari 2017 – 06:29 WIB
Kadisporapar Kalbar Kartius. Foto: Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Kartius bersikukuh akan membangun tugu atau monumen Kuntilanak di Kota Pontianak.

Dia bahkan sudah memilih lokasi dan merancang desain pembangunannya.

BACA JUGA: Tugu Kuntilanak, Kalau Ada Wisatawan Kerasukan Hantu?

“Kita serius. Lokasinya sedang kami survei,” katanya kepada sejumlah awak media di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (16/1).

Kartius berkeinginan Tugu Kuntilanak dibangun di tepian sungai Kapuas dekat Jembatan Kapuas I.

BACA JUGA: Yakin Patung Kuntilanak Serap Wisatawan

“Kita bikin menara setinggi 100 meter. Jadi wisatawan bisa melihat Kota Pontianak dari atas, tidak perlu keliling-keliling,” ujarnya.

Kartius yang saat itu mengenakan jas hitam mengklaim, pihaknya tidak perlu berkordinasi dengan Pemkot Pontianak.

BACA JUGA: Naik Kuntilanak Bayar Rp 50 Ribu, Hi hi hi hi hi...

“Ini ide kita, tidak perlu dia (Pemkot, red). Nanti saya bangun di tanah milik provinsi,” tegasnya.

Orang dekat Gubernur Cornelis ini menambahkan, meskipun Wali Kota Sutarmidji tidak mendukung, dirinya akan jalan sesuai rencana.

“Saya kasih tahu ya. Saya di pariwisata, banyak orang mendukung, luar biasa,” klaimnya.

Kartius berpendapat, semua orang tentu boleh mengimplementasikan ide. Termasuk ide yang aneh-aneh.

“Ide yang aneh-aneh pun boleh, apalagi hanya Tugu Kuntilanak. Saya ini orang birokrasi tentu harus kreatif, inovatif dan mampu melakukan terobosan,” ucapnya.

Selaku birokrat, Kartius berkeinginan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Kita ini berupaya memikirkan bagaimana birokrasi bisa menghasilkan uang untuk membangun daerah,” lugasnya.

Mantan Kepala BKD Kalbar itu menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang menolak idenya.

“Kita berpikir kreatif dibilang gila, dibilang syirik,” ucapnya santai.

Kartius mengaku senang dikritik. Dengan kritikan, membuat idenya membuncah.

“Pro dan kontra biasa dalam hidup. Kalau tidak ada pro dan kontra itu tempayan. Kalau takut dikritik jadi tempayan saja,” sindirnya.

Ia berpendapat, birokrasi bukan hanya diam dan melayani.

Birokrasi harus mampu inovasi dan kreatif untuk melakukan terobosan supaya kesejahteraan rakyat meningkat. “Jangan dianggap enteng,” seru Kartius.

Sebelumnya, melalui halaman akun facebook-nya, Sutarmidji menyinggung soal wacana pembangunan tugu Kuntilanak ini.

“Ada yang ingin bangun patung KUNTILANAK, saya terus terang aja dari dulu mikir nih, gimana modelnya ya, soalnya saya belum pernah ketemu, terus kalau dibuat lalu ada yang mirip dengan patung yang dibuat kan bisa marah dia nya atau kuntilanak malah protes nantinya,” tulisnya.

Sutarmidji kemudian mengajak masyarakat melontarkan ide atau pandangan terkait wacana Disporapar Kalbar tersebut.

“Ayo ada yang punya ide atau pandangan tentang wacana dinas Disporapariwisata propinsi yang ingin buat patung Kuntilanak. Atau ada yang pernah liat atau punya gambaran Kuntilanak, tapi kalau yangg merasa mirip jangan koment di sini ye... he he he,” kelakarnya di halaman Facebook Bang Midji. (des/arm)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler