Tumbuh 54 Persen, Sektor Manufaktur RI Mulai Bangkit

Selasa, 25 Oktober 2022 – 23:36 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.Foto: Humas Kemenperin

jpnn.com, JAKARTA - Sektor manufaktur Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi para pelaku nasional dan global di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Hal itu tercermin dari realisasi penanaman modal sektor industri manufaktur yang mencapai Rp 365,2 triliun sepanjang Januari-September 2022.

BACA JUGA: Kemenkeu: Pemulihan Berlanjut, Kinerja Sektor Manufaktur Terus Menguat

“Capaian tersebut meningkat 54 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 236,8 triliun. Kepercayaan diri para investor di sektor industri harus tetap dijaga," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Selasa (25/10).

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, pada Januari-September 2022, sektor industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 40,9 persen terhadap total investasi yang mencapai Rp 892,4 triliun.

BACA JUGA: Industri Manufaktur Diyakini Bakal Berkembang Pesat

Artinya, secara kumulatif, investasi di Indonesia tumbuh 35,3  persen per tahun dan selama sembilan bulan ini telah berhasil mencapai 74,4 persen dari target Rp 1.200 triliun pada 2022.

Selain itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor industri manufaktur sebesar Rp 104,9 triliun.

BACA JUGA: Ada Kabar Baik dari PMI Manufaktur, Simak!

Adapun subsektor yang memberikan andil paling besar ialah industri makanan senilai Rp 38 triliun atau menyumbang 9,2 persen dari total realisasi PMDN yang mencapai Rp 413,1 triliun.

Selanjutnya, penanaman modal asing (PMA) di sektor industri manufaktur tembus Rp 260,3 triliun.

Subsektor pendorong paling besar ialah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya hingga menyentuh USD 8,5 miliar atau berkontribusi 25,3 persen dari seluruh realisasi PMA yang berada di angka Rp 479,3 triliun.

“Di tengah situasi dunia saat ini yang dilanda krisis pangan, energi, hingga finansial, semua negara sedang berlomba-lomba berebut investasi. Alasannya, dengan investasi berarti peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan devisa,” kata Agus.

Saat ini pemerintah fokus untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif dengan menjaga stabilitas ekonomi dan politik yang baik di dalam negeri.

"Apalagi, berbagai indikator penting pembangunan terus menunjukkan perbaikan dan ini menandakan optimisme bagi Indonesia," ungkapnya.

Menurut Agus, pada triwulan III  2022, investasi sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya mencapai Rp 44 triliun.

Angka itu akan memberikan kontribusi paling tinggi (14,3 persen) terhadap realisasi total investasi di triwulan III-2022 sebesar Rp 307,8 triliun.

“Kami yakin peningkatan investasi di sektor tersebut berkorelasi dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi industri, khususnya sektor pertambangan," tegas Agus. (mcr28/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler