Tumbuhan Langka Banyak Tersebar di Danau Maninjau Agam, Potensi Wisata?

Selasa, 02 Juni 2020 – 22:32 WIB
Tim BKSDA. Foto: antara

jpnn.com, AGAM - Dalam temuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, sedianya ada 26 titik sebaran populasi tumbuhan langka jenis bunga Rafflesia Arnoldii dan Rhizantes, di hutan pinggir Danau Maninjau.

"Ini berdasarkan pengumpulan data awal lapangan yang kami lakukan bersama tim BKSDA dan masyarakat setempat di Rimbo Sungai Jawuih, Jorong Lambah, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjungraya," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam Ade Putra di Lubukbasung, Selasa (2/6).

BACA JUGA: BKSDA Kalimantan Timur Menyelamatkan Orang Utan di Bontang

Ke-26 lokasi sebaran bunga itu terdiri dari Rafflesia Arnoldii enam lokasi sebaran populasi dengan kondisi mekar sempurna hari keenam satu individu, mekar hari pertama satu individu dan membusuk atau layur empat individu.

Sedangkan Rhizantes 20 lokasi sebaran populasi dengan kondisi mekar sempurna, membusuk dan berupa knop.

BACA JUGA: BKSDA Jakarta Evakuasi Satwa Dilindungi

"Jarak antara titik bunga langka itu hanya beberapa meter. Untuk ukuran Rafflesia yang mekar sempurna hari keenam 86,1 centimeter," katanya.

Ia menambahkan, eksplorasi bakal dilakukan dalam waktu dekat karena masih banyak sebaran lainnya.

BACA JUGA: Tanaman Langka Mekar di Kebun Raya Bogor

Ke depan lokasi ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, karena lokasi berada di luar Cagar Alam Maninjau dan BKSDA siap bekerja sama dengan pemerintah nagari untuk mengembangkannya.

"Kita akan membantu dalam identifikasi potensi dan atraksi wisata alam," katanya.

Bunga dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya pertama kali ditemukan warga setempat, Kamis (28/5).

Setelah itu warga memberitahukan kepada BKDA Resor Agam, dan pihaknya melakukan eksplorasi.

Tokoh Masyarakat Koto Gadang Anam Koto, Gusmardi menambahkan dengan turunnya tim dari BKSDA Resor Agam maka dapat diketahui titik sebaran populasi bunga langka itu.

"Kita juga mengetahui tapal batas dan lokasi berada di luar Cagar Alam Maninjau, sehingga saat akan mengembangkan tidak berurusan dengan pihak hukum," katanya.

Pemerintah nagari akan mengembangkan lokasi temuan itu menjadi destinasi wisata seperti, agro wisata, petualang dan lainnya.

Di lokasi juga ada keindahan air terjun, pohon durian dan lainnya dengan jarak hanya 1,5 kilometer.

"Kita telah mengusulkan program itu ke RPJM nagari," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler