Tuntut Naik Gaji, Pasukan Elite Serbu Kantor PM Ethiopia

Sabtu, 13 Oktober 2018 – 16:32 WIB
Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed. Foto: AFP

jpnn.com, ADDIS ABABA - Ketegangan menyelimuti ibu kota Ethiopia Rabu (10/10). Sebanyak 240 tentara elite menyerbu kantor Perdana Menteri (PM) Abiy Ahmed.

Berbekal senjata api, mereka menuntut kenaikan gaji. Beruntung, pemimpin termuda Ethiopia itu berhasil membubarkan massa tanpa kekerasan.

BACA JUGA: Demi Pengusaha Lokal, Warga Hambat Pembangunan Tol Serpan

''Mereka menuntut bertemu saya dan saya sudah mendengarkan keluh kesah mereka,'' kata Ahmed sebagaimana dilansir Reuters.

Tapi, pemimpin 42 tahun itu tidak sekadar menyediakan kuping. Dia juga menyingsingkan lengan baju. Bahkan, dia berkeringat bersama para personel militer yang berunjuk rasa itu.

BACA JUGA: Penyelenggara Haji Bakal Gelar Aksi Damai di Kedubes Saudi

''Push-up ala PM Ethiopia,'' cuit Habtamu Seyoum lewat Twitter.

Ya, Rabu itu, Ahmed push-up bersama tentara-tentara yang berdemonstrasi di kantornya. Foto-foto yang beredar memperlihatkan sang PM sedang push-up diikuti para demonstran sambil tersenyum.

BACA JUGA: Rusia Bergolak Gara-Gara Reformasi Pensiun

Ahmed dan tentara-tentara tersebut melakukan masing-masing 20 gerakan. Hukuman itu diberikan Ahmed karena para personel pasukan elite tersebut membawa senjata saat berunjuk rasa. Sebagai bentuk empati, Ahmed pun ikut menjalankan hukuman yang dia tetapkan sendiri itu.

Aksi push-up bersama tersebut mencairkan ketegangan di kantor PM. Dialog Ahmed dan pasukan elite yang merasa negara tidak menghargai pengorbanan mereka itu pun berujung kesepakatan. ''Dua pihak akan menggelar pertemuan lagi di masa mendatang,'' ujar Fitsum Arega, kepala staf kantor PM.

Pasukan elite yang berunjuk rasa itu datang dari Burayu. Kota tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari ibu kota. Kepada Ahmed, mereka mengaku tidak puas dengan gaji yang diterima. Mereka juga menuntut kesejahteraan dari pemerintah.

Para pakar keamanan mengaku khawatir. Menurut mereka, insiden itu bukan sekadar unjuk rasa soal gaji. Mereka curiga, pasukan elite tersebut sedang menguji pengamanan terhadap PM. Jika dirasa longgar dan ada kesempatan, bisa jadi mereka akan mengudeta Ahmed. (bil/c17/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selama Asian Games 2018, Dipastikan tak ada Demo


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler