UMKM Bangga Diperhatikan Pemerintah, Tetapi...

Rabu, 08 Juli 2020 – 23:40 WIB
Ilustrasi salah satu UMKM. Foto: dok Antam

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah sudah mengalokasikan Rp123,46 triliun untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terkait Covid-19.

Founder Fokus UMKM dan CEO Lunas Cak Samsul Hadi mengatakan bahwa banyak UMKM yang menyambut positif, tetapi peruntukannya harus diperjelas.

BACA JUGA: Takut Dihukum Mati, Istri dan Otak Pembunuhan Hakim Jamaluddin Ajukan Banding

Cak Samsul mengaku banyak menerima pesan WhatsApp dari rekan-rekan pelaku UMKM di daerah bahwa Rp 123,46 yang diberikan itu sangat membanggakan. Artinya, kata dia, UMKM mendapat perhatian luar biasa dari pemerintah.

“Kami tentu bangga. Cuma pertanyaannya, angin surga ini sampai kapan? Artinya ada banyak yang tidak paham soal Rp 123 triliun ini peruntukannya untuk apa, mekanisme bagaimana dan sebagainya,” kata Cak Samsul dalam Webinar "Satukan Negeri, Majukan UMKM" yang digagas JPNN.com, Genpi.co dan BNI, Rabu (8/7).

BACA JUGA: UMKM Berkontribusi Besar Terhadap Ekonomi Indonesia

Menurut Cak Samsul, sosialisasi program stimulus ekonomi ini harus diperbanyak dan diperluas lagi sehingga UMKM paham betul untuk siapa sebenarnya kebijakan itu diberikan.

“Kemudian, syaratnya untuk bisa mengakses stimulus itu bagaimana, dan seterusnya,” ungkap Cak Samsul.

BACA JUGA: Preman Bersenpi yang Kerap Pungli Sopir Truk Ini Akhirnya Diciduk Polisi, Lihat Tampangnya

Dia mengingatkan jangan sampai pandemi berakhir, UMKM tewas, stimulus tidak sampai kepada yang dituju. “Jadi, itu pesan teman-teman di lapangan,” tegas Cak Samsul.

Sebelumnya, Chief Economist BNI Ryan Kiryanto mengatakan berdasar data terbaru program PEN membutuhkan angka proyeksi Rp 695,2 triliun.

Ryan menjelaskan, dari dana Rp 695,2 triliun itu pemerintah mengalokasikan untuk UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, dan insentif usaha Rp 120,6 triliun.

“Tiga sektor ini saya tekankan karena kegiatan ekonomi ke depan terutama untuk UMKM alokasinya cukup besar, tinggal eksekusinya,” ungkap Ryan dalam diskusi yang sama.

Berdasar data Kementerian Koperasi dan UMKM, kata Ryan, UMKM di Indonesia memiliki 60,66 juta rekening dengan total subsidi bunga yang disediakan pemerintah sebesar Rp 35,28 triliun.

“Mudah-mudahan dengan segera dieksekusinya alokasi bugdet untuk 66 juta rekening UMKM, UMKM yang menggeliat duluan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah juga membuat program penjaminan. Karena itu, kata Ryan, UMKM tidak usah khawatir karena pemerintah sudah mendesain. Dia menjelaskan, bila bank dititipi pemerintah dana untuk disalurkan ke UMKM, tetapi dalam situasi seperti sekarang ini terjadi apa-apa dengan kredit, maka pemerintah sudah memikirkan harus ada jaminan.

“Maka ditunjuklah Jamkrindo bersama Askrindo sebagai yang menjamin modal kerja yang diberikan oleh pelaku-pelaku UMKM,” ujarnya.

Lantas untuk apa budget UMKM Rp 123,46 triliun itu? Perinciannya ialah subsidi bunga, penempatan dana, penjaminan Jamkrindo sama Askrindo. Termasuk penjaminan modal modal kerja.

BACA JUGA: Gadis Berparas Cantik Ini Ditemukan Tewas di Bawah Ranjang Kamar Penginapan, Leher Dijerat Tali

“Jadi, UMKM yang minta fasilitas tambahan dalam modal kerja, nanti kreditnya dijamin oleh Jamkrindo sama Askrindo. Bank juga tenang, karena kalau ada apa-apa, ada cover insurance-nya,” ungkapnya. (boy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler