Unand Tolak LGBT, Rektor: Jangankan Mahasiswa, Dosen Saya Sanksi

Minggu, 21 Mei 2017 – 03:01 WIB
?Rektor Universitas Andalas Prof Tafdil Husni. Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - ‎Rektor Universitas Andalas Prof Tafdil Husni tidak akan memberikan kesempatan kaum LGBT menyebarkan pahamnya ke kampus. Bukan hanya mahasiswa, dosen penganut lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) pun tidak diizinkan berada di Kampus Unand.

"Saya paling anti dengan LGBT. Itu paham perusak moral bangsa. Saya tidak akan biarkan siapa pun menyebarkan paham itu di lingkungan kampus," kata Prof Tafdil yang dihubungi, Sabtu (20/5).

BACA JUGA: Berlakukan Syarat Bebas LGBT, Peminat Unand Tetap Tinggi

Dia menambahkan, tidak melarang mahasiswa LGBT mendapatkan pendidikan. Demikian juga dosen bencong mengajar di Unand.

Namun, bila mahasiswa dan dosen itu membentuk kelompok serta menyebarkan pahamnya ke civitas akademika Unand, akan ada sanksi berat yang diberlakukan.

BACA JUGA: Suami Istri Sepakat Balik ke Cinta Pertama Pasangan Sejenis

"Penyebar paham LGBT adalah musuh kita bersama. Jangankan mahasiswa, dosen pun akan saya tindak tegas bila menyebarkan paham menyesatkan tersebut," ucapnya.

Dia pun menyatakan kekhawatirannya paham LGBT sudah menyebar di Sumbar. Untuk menekan penyebaran tersebut, peranan dunia kampus ‎sangat penting.

BACA JUGA: Dukung LGBT, Anggun C Sasmi Dikecam Netizen

"Tidak apa-apa saya berbeda dengan sikap rektor di universitas lain. Yang saya lakukan untuk menyelamatkan generasi muda kita dari kesesatan," ucapnya.

Prof Tafdil juga menyerukan, bagi para penganut LGBT jangan pernah menyebarkan penyakitnya kepada yang lain.

"Anda kalau sakit, sakitlah sendiri. Jangan orang sehat dirangkut dan ditulari penyakit LGBT," tegasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saat Suami Membandingkan Layanan Istri di Ranjang dengan Teman Lelakinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler