UNESCO Tetapkan Pidato Bung Karno sebagai Memori Dunia, Begini Respons Ahmad Basarah

Jumat, 26 Mei 2023 – 11:40 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menilai penetapan pidato Bung Karno jadi Memori Dunia oleh UNESCO menunjukkan Pancasila diakui sebagai ideologi internasional. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah merespons ditetapkannya pidato Soekarno alias Bung Karno di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1960 sebagai Memory of the World atau Memori Dunia oleh UNESCO.

Dia menyambut gembira atas penetapan tersebut yang dilakuka dalam sidang pleno oleh Executive Board UNESCO pada 10-24 Mei 2023.

BACA JUGA: Wakil Ketua BPIP Tegaskan Agama dan Pancasila Satu Kesatuan yang Tak Dapat Dipisahkan

Pidato Bung Karno di PBB ditetapkan sebagai Memori Dunia bersama dengan arsip Gerakan Non-Blok Pertama (GNB I) di Beograd 1961, serta naskah Hikayat Aceh abad ke-17 M.

Basarah menyampaikan ucapan terima kasih kepada UNESCO atas penetapan tersebut.

BACA JUGA: Rhoma Irama Bakal Daftarkan Dangdut ke UNESCO Sebagai Warisan Budaya tak Benda

Menurutnya, hal ini sudah semestinya lantaran pidato Bung Karno yang berjudul 'To Build the World A New' (Membangun Dunia Kembali) yang disampaikan di PBB pada 30 September 1960 memang merupakan memori dunia.

Pasalnya, kata Ahmad Basarah, dalam pidato tersebut, Bung Karno mencetuskan manifesto intelektual, politik dan ideologi yang bersifat internasional bahwa dunia harus dibangun kembali.

"Pembangunan dunia kembali disebabkan oleh bangkitnya kemerdekaan di negara Asia-Afrika sebagai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme,” kata Ahmad Basarah melalui keterangan tertulis, Jumat (26/5).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ajakan Bung Karno untuk membangun dunia kembali didasarkan pada Pancasila.

Menurut Basarah, di forum dunia yang dihadiri para pemimpin dunia itu, Bung Karno mengenalkan dan menawarkan Pancasila sebagai ideologi internasional.

“Kalau kita simak pidato tersebut, kita seperti menyaksikan kembali api Pancasila yang Bung Karno pidatokan di 1 Juni 1945 di sidang BPUPK, di forum internasional,” ungkap Basarah.

Dia menyampaikan Bung Karno di pidatonya tersebut menyampaikan argumentasi kenapa setiap negara perlu mengadopsi Pancasila sebagai ideologi kenegaraannya.

“Bung Karno membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya bersifat nasional keindonesiaan, tetapi universal dan internasional," tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hubungan Internasional itu.

Tidak hanya menjelaskan Pancasila sebagai ideologi universal dan internasional, lanjut Ahmad Basarah, Bung Karno bahkan mengusulkan pada Sidang Umum PBB, agar Pancasila dimasukkan ke dalam Piagam PBB.

Usulan tersebut mendapatkan sambutan meriah dari para pemimpin dunia.

"Sambutan itu menunjukkan bahwa Pancasila diakui oleh dunia sebagai nilai-nilai yang bersifat universal,” tambah penulis buku 'Bung Karno, Islam dan Pancasila' (2017) ini.

Berdasarkan penetapan ini, Basarah meminta pemerintah dan bangsa Indonesia untuk menindaklanjutinya dengan menyosialisasikan pidato Bung Karno di PBB tersebut sebagai bagian dari penguatan Pancasila.

“Bung Karno sudah lama mengenalkan Pancasila di dunia internasional. Tidak hanya di Sidang Umum PBB tahun 1960, tetapi juga di Kongres Amerika Serikat dan Universitas Heidelberg, Jerman Barat pada tahun 1956," terangnya.

Menurut Basarah, upaya Bung Karno ini menjadi bagian dari diplomasi internasional untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang membangun perdamaian dunia.

"Penetapan UNESCO tersebut juga mencerminkan pengakuan dunia terhadap jasa Bung Karno yang harus kita pahami makna dan signifikansinya,” tegas Basarah.

Lebih lanjut Basarah berharap agar bangsa Indonesia senantiasa memahami dan memperkuat Pancasila sesuai dengan maksud para pendiri bangsa pembentuk Pancasila.

“Penggali Pancasila adalah Bung Karno, yang bersama para pendiri bangsa lainnya merumuskan Pancasila," ujarnya.

Menjelang momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni nanti, lanjut Basarah, saatnya bangsa ini menguatkan Pancasila berdasarkan maksud para perumusnya.

"Sebab ideologi bangsa ini terbukti berkiprah baik secara nasional maupun internasional,” pungkas Basarah dalam Talkshow Gebyar Wawasan Kebangsaan di Lemhanas, Jakarta, Rabu (24/5) lalu. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler