Ungkap Duka Mendalam, Pak Ganjar Siap Memberikan Bantuan untuk Warga NTT

Senin, 05 April 2021 – 22:04 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo berduka untuk bencana di NTT. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, SEMARANG - Bencana banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) lalu menyita perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Ganjar mengungkapkan duka mendalam atas peristiwa itu. Dia mengatakan siap memberikan bantuan untuk warga NTT.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Lho Pemerintah Menyubsidi Orang Kaya? PPPK tidak Aman, Moeldoko Difitnah

Pemprov Jateng juga telah menghubungi Wakil Gubernur NTT dan menawarkan bantuan penanganan. 

"Tentu kami turut berduka. Kami pantau, mudah-mudahan hari ini ada laporannya. Kemarin saya komunikasi dengan Wagub NTT, beliau mengatakan masih mengendalikan dengan kemampuan yang ada di sana," ungkap Ganjar ditemui di kantornya, Senin (5/4).

BACA JUGA: Legislator Ini Minta Pemerintah Tetapkan Status Darurat Bencana di NTT

Ganjar Pranowo juga meminta BPBD dan PMI Jateng berkomunikasi intens terkait bantuan yang bisa diberikan untuk NTT baik berupa tenaga untuk search and recue atau bantuan logistik.

“BPBD dan PMI Jateng saya minta komunikasi dengan pihak NTT untuk menanyakan kira-kira kebutuhan apa, Pak Sarwo (Sarwa Pramana) yang sekarang ngurusi PMI cukup intens komunikasi dengan pihak di sana," ucapnya.

BACA JUGA: Informasi Sidak Bocor, Pak Ganjar Datang, Semua Kaget

Selain itu, Ganjar menjalin komunikasi dengan warga Jawa Tengah yang ada di NTT. Dia ingin memastikan apakah ada korban dari warga Jawa Tengah dalam musibah itu.

Dia meminta masyarakat Jateng di NTT untuk membantu warga yang menjadi korban bencana.

"Waktu itu kami pernah didatangi masyarakat Jateng di sana dan mereka salah satu aktivitasnya adalah membantu di bidang kesehatan. Mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam penanganan pascabencana ini," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4).

Akibatnya, hingga hari ini tercatat ada 54 orang meninggal dunia dan beberapa warga dikabarkan belum ditemukan.

Bencana itu juga memporak-porandakan rumah warga sehingga ratusan orang terpaksa mengungsi. (flo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler