Universitas Indonesia Dinilai Berkontribusi Bantu Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19

Rabu, 23 September 2020 – 21:50 WIB
Ilustrasi tes virus corona. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah membutuhkan peran berbagai pihak termasuk institusi pendidikan dalam menangani pandemi Covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian nasional. Salah satunya adalah Universitas Indonesia (UI). 

Menurutnya, Universitas Indonesia melakukan penelitian serta memberikan rekomendasi untuk mengendalikan pergerakan masyarakat dan meningkatkan perilaku dalam menggunakan masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak (3M).

BACA JUGA: Menag Fachrul Razi Positif Covid-19, Anggota Komisi VIII Uji Usap, Hasilnya..

“Kami juga tentu membutuhkan masukan kebijakan dari Perguruan Tinggi, terutama Universitas Indonesia, untuk membantu Pemerintah menekan peningkatan Covid-19,” tutur Susiwijono dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (23/9).

Hasil penelitian dan usulan kebijakan dari UI tersebut berjudul “Menekan Laju Pertambahan Kasus COVID-19 dengan Mengendalikan Pergerakan Masyarakat dan Meningkatkan Perilaku 3M”, yang disampaikan oleh Tim Sinergi Mahadata UI Tanggap Covid-19 yang terdiri dari anggota lintas disiplin ilmu.

BACA JUGA: Industri Manufaktur Menggeliat di Masa Pandemi COVID-19

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik kontribusi UI terkait pengetahuan yang diberikan kepada Pemerintah untuk membantu menangani pandemi Covid-19.

"Kami mendorong diselenggarakannya pertemuan rutin dengan UI untuk membahas isu-isu strategis dan mengharapkan masukan kebijakan, guna percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Menko Airlangga.

BACA JUGA: Tak Ada Penularan COVID-19 di Vietnam Dalam Dua Minggu. Apa yang Bisa Dipelajari?

Dalam pemaparan tersebut, isu yang diangkat oleh Tim Sinergi Mahadata UI berhubungan dengan peningkatan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan pergerakan masyarakat yang tinggi.

Selain itu juga mengangkat isu pelaksanaan 3M dan Tes-Lacak-Isolasi (TLI) yang belum konsisten, peningkatan kasus Covid-19 yang berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi serta permasalahan daerah yang belum berhasil menekan peningkatan COVID-19.

Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh Tim Sinergi Mahadata UI antara lain perlunya meningkatkan perilaku di rumah saja (stay at home) dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan 3M, serta membatasi aktivitas masyarakat dan pergerakan ke luar kota.

Selain itu, diperlukan juga pembangunan sistem informasi data dan pusat data yang terkoneksi, terintegrasi dan tersinkronisasi, serta mengefektifkan TLI.

Tidak hanya itu, perlu juga dilakukan akselerasi efektivitas penyaluran stimulus fiskal dan perlindungan sosial, mind-mapping regulasi untuk mendesain kebijakan pusat dan daerah yang sinergis dan kolaboratif, serta perlunya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) maupun Peraturan Perundang-Undangan lainnya sesuai  kebutuhan.(mcr2/JPNN)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rizki Sandi Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler