Universitas Padjajaran jadi Pemenang Debat SDGs ke-2

Kamis, 29 Oktober 2020 – 11:11 WIB
Debat SDGs Indonesia tahunan kedua yang digelar secara virtual. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Padjajaran (Unpad) dinobatkan sebagai pemenang Debat SDGs Indonesia tahunan kedua, dengan fokus pada keterlibatan pemuda di tengah pandemi corona.

Perguruan tinggi yang berbasis di Bandung, Jawa Barat tersebut menjadi yang terbaik di antara 250 tim dari seluruh Indonesia dalam acara virtual maraton dua minggu.

BACA JUGA: Pemerintah Gandeng Bill and Melinda Gates Foundation dan Tanoto Demi Cegah Stunting

Universitas Padjajaran meraih tongkat pemenang setelah bertanding dengan finalis President University, melalui proses final yang ketat dan disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube @UNDPIndonesia.

Bertajuk Bright YOUth, Better Planet, acara virtual ini diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Luar Negeri dan Tanoto Foundation.

BACA JUGA: 20 Tahun Berteman dengan Desy Ratnasari, Alya Rohali: Ngeri-ngeri Sedap juga

“Saya ucapkan selamat kepada pemenang Debat SDG tahun ini. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada semua peserta, pertama-tama, atas minat dan komitmen mereka terhadap SDGs, tetapi juga atas kontribusinya yang luar biasa dalam debat. Debat ini adalah bagian dari upaya UNDP untuk menanamkan DNA SDGs di antara para pemikir muda di Indonesia,” ujar Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze.

Pengumuman tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda Nasional pada 28 Oktober, hari bersejarah bagi negara yang menghargai partisipasi pemuda secara nasional sebelum berdirinya Republik Indonesia.

BACA JUGA: Imbas Covid, Pemerintah tak Ingin Banyak Buruh yang di-PHK, UMP tak Naik Jadi Solusi

“Saya yakin acara debat seperti ini dapat membantu Indonesia mempersiapkan para pemikir muda dengan lebih baik untuk mempercepat pencapaian SDGs, khususnya untuk menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Penasihat Senior Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk Ekonomi dan Pendanaan Amalia Adininggar Widyasanti.

Pandemi COVID-19 telah menjadi tantangan khusus bagi kaum muda yang, terlepas dari perjuangan mereka, terus menjangkau komunitas yang rentan dan menjadi sukarelawan untuk membantu kelompok-kelompok yang termarjinalisasi.

Dengan latar belakang inilah acara tahun ini menyoroti bagaimana kaum muda Indonesia merespon tantangan pandemi COVID-19 dan bagaimana mereka bertindak dalam agenda SDGs.

“Debat SDGs ini menarik minat mahasiswa yang ingin mendapatkan keterampilan berharga seperti negosiasi dan pemikiran analitis. Debat ini membantu mahasiswa untuk mendapat pengalaman langsung untuk memperoleh pengetahuan melalui proses yang memberdayakan dan bermanfaat,” seru CEO Global, Tanoto Foundation J. Satrijo Tanudjojo.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler