Universitas Terbuka jadi Leader Online Learning

Sabtu, 29 September 2018 – 06:09 WIB
Rektor UT Prof Ojat Darojat. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, TANGSEL - Ditetapkannya Permenristekdikti tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadikan Universitas Terbuka (UT) sebagai leader dalam online learning. Untuk lebih mengenalkan UT, Rektor Prof Ojat Darojat mengungkapkan, pihaknya menyelengarakan berbagai kegiatan seperti pemilihan duta UT, kuliah umum dengan menampilkan sejumlah petinggi negara, kegiatan disporseni (diskusi ilmiah olahraga dan seni), dan lainnya.

"Tujuan dari semua kegiatan itu adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tren pendidikan ke depan. Karena kami tahu sekarang ini telah memasuki revolusi industri 4.0," terang Prof Ojat di sela-sela kegiatan Disporseni UT, Jumat (28/9).

BACA JUGA: Disporseni Jadi Ajang Pertemuan Mahasiswa UT Se-Indonesia

UT yang sudah berpengalaman selama 34 tahun menyelenggarakan online learning dan distance learning menjadi bencmark di Indonesia.

Sesuai yang disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, lanjut Prof Ojat, UT nanti akan menjadi tren penyelenggaraan pendidikan ke depan, ini harus bisa diikuti perguruan tinggi tatap muka lainnya atau konvensional.

BACA JUGA: Menristekdikti Sebut Mahasiswa UT Milenial, Ini Buktinya

"Alhamdulillah UT menjadi leader dalam online learning," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, seiring dengan revolusi industri 4.0 tren pendidikan ke depan diarahkan pada cyber university dan pemerintah akan mendirikan Cyber Institute of Indonesia.

BACA JUGA: Universitas Terbuka jadi Favorit Guru PNS dan Honorer

Itu sebuah lembaga yang menjadi watch dog penyelenggaraan online learning di Indonesia. Tujuannya untuk memastikan online learning yang diselenggarakan secara masif tapi kualitasnya tetap terjaga.

Menurut Prof Ojat, yang perlu diantisipasi terkait dengan dua kendala utama. Pertama, akses poin, khususnya terkait akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, terisolir), di mana mereka kesulitan secara cyber/virtual. Karena itu perlu sinergi di antara kementerian termasuk lembaga lain agar mereka yang berdomisili di pinggiran punya akses ke jaringan.

"Ini sangat penting dan pemerintah harus hadir di sana," sergahnya.

Kedua, terkait dengan literasi level komputer dan internet, ini harus ditingkatkan. Masih banyak masyarakat yang literasi komputer dan internetnya sangat rendah.

Itu harus diedukasi melalui pendidikan dasar, SMP dan SMA agar ketika mereka lulus SMA sudah siap untuk menempuh pendidikan secara online. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kaji UU Guru dan Dosen, DPR Gandeng Universitas Terbuka


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler