Untuk Palestina, Wali Kota pun Menangis

Senin, 14 Juli 2014 – 06:55 WIB
Sebanyak 200an orang dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Blitar berdemonstrasi di kawasan bundaran Jalan Merdeka, Kota Blitar Minggu (13/7) pukul 16.00 WIB. Massa melakukan aksi mengutuk dan mengecam aksi penyerangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Dalam aksi tersebut, massa juga melakukan shalat ghaib bersama. Foto : Irfan Anshori/Radar Blitar/JPNN.com

jpnn.com - SUKABUMI -- Rasa sedih terpancar di wajah Wali Kota Sukabumi, Jawa Barat M Muraz saat mengikuti doa bersama untuk warga Palestina yang digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Tetesan air mata pun terlihat mengalir di pipi pria berusia 58 tahun itu saat lantunan doa yang dipimpin Ustaz Nur Kosim mengiba kebebasan warga Palestina yang saat detik ini masih dibombir rudal-rudal tentara zionis Israel.
 
Dalam doa bersama untuk Palestina tersebut, beberapa pejabat Pemkot Sukabumi beserta perwakilan ormas Islam dan jamaah masjid Agung Kota Sukabumi juga hadir."Saya mengutuk keras dan prihatin dengan keadaan Palestina saat ini," kata Muraz disela-sela kegiatan doa bersama di Masjid Agung Kota Sukabumi.
 
Menurut Muraz, selain konflik dengan Israel, Palestina sendiri sempat perang dengan saudara muslim lain yang berada dijalur Gaza dan Tepi Barat, hal ini lantaran berbeda pilihan dalam pemilihan umum.  Tentunya hal ini lanjut Muraz, diharapkan tidak terjadi di Indonesia yang saat ini tengah dibingungkan dengan saling klaim kemenangan pada dua kubu.

BACA JUGA: Banjir Kepung Kota Banyuwangi

"Saya harap kedua kubu bisa menahan diri dan apa yang terjadi di Palestina tidak terjadi di Indonesia," kata Muraz seperti yang dilansir Radar Sukabumi (Grup JPNN.com), Senin (14/7).
 
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kota Sukabumi, M Kusoy menambahkan, untuk membantu Palestina warga Kota Sukabumi khususnya bisa melakukan doa setiap selesai salat atau melakukan qunut nazilah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Kita Sudah melakukan maklumat qubut nazilah ini sejak tahun 2012 lalu saat agresi militer Israel ke Palestina," tambahnya. Saat ini warga diharapkan bisa melakukan qunut nazilah untuk mendoakan warga Palestina. (why)

BACA JUGA: Usulan Kenaikan Tunjangan PNS Rp 10 Miliar Bakal Mulus

BACA JUGA: Bus Antarprovinsi Masuk Jurang

BACA ARTIKEL LAINNYA... Longsor, Ayah-Anak Terhimpit Tembok Rumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler