Update Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, Ada Kabar Baik, Alhamdulillah

Minggu, 14 November 2021 – 06:12 WIB
General Manager Refinery Unit IV Cilacap - PT KPI Eko Sunarno saat konferensi pers di Head Office PT KPI Unit CIlacap, Sabtu (13/11/2021) malam. Foto: ANTARA/Sumarwoto

jpnn.com, CILACAP - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap memberikan update terkini kebakaran salah satu tangki yang telah terjadi Sabtu pukul 19.10 WIB.

PT KPI memastikan tangki yang terbakar telah berhasil dilokalisasi dan pemadaman terus dilakukan sejak kebakaran terjadi hingga tengah malam.

BACA JUGA: Pertamina Pastikan Warga Sekitar Kebakaran Kilang Minyak Aman

General Manager Refinery Unit IV Cilacap - PT KPI Eko Sunarno mengatakan kebakaran yang terjadi pada menimpa Tangki 36 T-102 bersamaan saat ada petir.

"Tangki ini berisi komponen Pertalite sekitar 31 ribu kiloliter. Masih komponen, belum jadi produk Pertalite. Alhamdulillah kondisi tangki ini bisa kami isolated (dilokalisasi, red)," katanya Sabtu malam.

BACA JUGA: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Bum! Warga Panik

Menurut Eko hanya Tangki 36 T-102 yang terbakar, sedangkan lainnya dapat diamankan dan dilakukan pendinginan.

Dia menyebut pemadaman secara intensif dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor.

BACA JUGA: Waduh! Kilang Pertamina yang Terbakar Berisi Pertalite, Pasokan BBM Bagaimana?

"Mudah-mudahan dengan sekali tembak bisa padam," katanya.

Eko menyatakan bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena seluruh pekerja yang ada di dalam area Kilang Pertamina, terutama yang berasal dari pihak ketiga, telah dievakuasi keluar.

Selain itu, untuk mengevakuasi sejumlah warga yang bermukim di dekat lokasi kebakaran, pihaknya bekerja sama dengan pihak Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap.

Arus lalu lintas di sekitar area kilang juga dialihkan dengan melewati jalan baru.

"Kami didukung oleh Kodim, Polres Cilacap, forkompimda, dinas lingkungan hidup, BPBD, semuanya bekerja sama. Mudah-mudahan ini (kebakaran, red.) bisa kami tanggulangi dengan cepat, sehingga tidak berdampak terlalu besar terhadap operasional kilang," kata Eko.

Terkait dengan unit proses, dia mengatakan dapat menyesuaikan untuk mengikuti alih tangki, sehingga semuanya dapat berjalan normal.

"Hanya kapasitas kami sesuaikan. Transfer produk Pertalite ke TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) Lomanis juga masih berlangsung dari Tangki 36 T-101 dan alhamdulillah bisa kami kendalikan," tegas Eko. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler