USD Kembali Menembus Rp 15 Ribu, Rupiah Hari Ini Keok

Kamis, 21 Juli 2022 – 17:51 WIB
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank ditutup melemah 18 poin di level Rp 15.007 per USD pada perdagangan sore ini. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank ditutup melemah 18 poin di level Rp 15.007 per USD pada perdagangan sore ini.

Pasalnya, indeks USD juga melemah pada perdagangan sore ini karena dipicu oleh beberapa faktor.

BACA JUGA: Ekspektasi Pada The Fed Menurun, Rupiah Hari Ini Cukup Baik

Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan hal itu karena faktor eksternal, yakni investor yang memperdebatkan pembuat kebijakan ECB memberikan sinyal kenaikan 25 basis poin atau kenaikan setengah poin untuk mengekang inflasi yang tidak terkendali.

Selain itu, USD mencapai level tertinggi 20 tahun pekan lalu setelah Indeks Harga Konsumen AS mencapai puncak empat dekade sebesar 9,1 persen di tahun ini.

BACA JUGA: USD Sudah Rp 15 Ribu, tetapi Cadangan Devisa Menanjak, Konon Utang Negara Aman

"Hal itu mendorong beberapa pedagang pasar uang untuk bertaruh pada rekor kenaikan suku bunga Fed 100 basis poin. Per Juli, ekspektasi telah diturunkan menjadi konsensus untuk kenaikan 75 basis poin," ujar Ibrahim, Kamis (21/7).

Kemudian, dari sisi internal Asian Development Bank (ADB) menaikkan prakiraan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia menjadi 5,2 persen tahun ini karena pertumbuhan ekspor yang stabil.

BACA JUGA: USD Tembus Rp 15.000, Indonesia Harus Mempersiapkan Diri

Ibrahim menjelaskan revisi proyeksi tersebut diberikan dalam Asian Development Outlook (ADO) Supplement yang dirilis hari ini, naik dari prakiraan ADB sebelumnya pada April sebesar 5,0 persen.

Revisi prakiraan pertumbuhan dalam edisi tambahan dari publikasi ternama ADB ini juga senada dengan naiknya proyeksi pertumbuhan Asia Tenggara.

"Laporan ini memperkirakan inflasi di Indonesia akan lebih tinggi tahun ini sebesar 4,0 persen dibandingkan dengan proyeksi ADB pada bulan April sebesar 3,6 persen, akibat tingginya harga komoditas," ungkap Ibrahim.

Selanjutnya, pada 2023 ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,3 persen dan inflasi mencapai 3,3 persen.

Kemudian, peningkatan inflasi menurunkan daya beli rumah tangga, tetapi tingginya harga sejumlah komoditas ekspor utama mendatangkan keuntungan berupa penghasilan ekspor dan pendapatan fiskal sehingga memungkinkan pemerintah untuk memberi bantuan di tengah kenaikan harga pangan, listrik, dan bahan bakar seembari mengurangi defisit anggaran.

Pada perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka  berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.990 - Rp15.030.  (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
USD   rupiah   Rupiah hari ini   Ekonomi   inflasi  

Terpopuler