USD Melemah, Rupiah Mulai Unjuk Gigi

Kamis, 29 September 2022 – 10:56 WIB
USD mulai melemah seiring menurunnya data penjualan perumahan di Amerika Serikat (AS). Ilustrasi - rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - USD mulai melemah seiring menurunnya data penjualan perumahan di Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar (kurs) rupiah pun yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat.

BACA JUGA: Kabar Tak Enak dari Rupiah Hari Ini, Mengkhawatirkan

Rupiah pagi ini menguat 35 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 15.232 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.267 per USD.

"Semalam USD terlihat melemah terhadap major currency karena data perumahannya (pending home sales) Agustus, mengalami penurunan dua persen sehingga pasar berekspektasi ekonomi AS mulai melemah," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/9).

BACA JUGA: Rupiah Terus Melemah, Ekonom Prediksi Hal Ini Akan Terjadi di Tahun Depan

Mengutip investing.com, laporan penjualan rumah tertunda atau pending home sales yang dirilis The National Association of Realtors (NAR) mengukur perubahan jumlah rumah yang telah memiliki kontrak jual, tetapi masih menunggu finalisasi transaksi, tidak termasuk pembangunan baru.

Data yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat dianggap sebagai positif atau optimis untuk USD, sedangkan data lebih rendah dari ekspektasi dapat dianggap sebagai negatif atau pesimistis untuk USD.

BACA JUGA: USD Sulit Turun dari Angka Rp 15 Ribu, Rupiah Hari Ini Makin Parah

"Meskipun rupiah terlihat menguat pagi ini, tapi efek dari ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS masih berpotensi menekan rupiah lagi ke depannya," ujar Ariston.

Bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang memimpin perjuangan global melawan lonjakan inflasi, berubah menjadi lebih agresif baru-baru ini dengan memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Pesan itu diperkuat semalam oleh Presiden The Fed Chicago Charles Evans, Presiden The Fed St Louis James Bullard dan Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dengan Evans mengatakan bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga ke kisaran antara 4,5 persen dan 4,75 persen .

Sebelumnya The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) lagi pada pertemuan September ini dan merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran level Rp 15.200 per USD hingga Rp 15.300 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler