Usut Kasus Najib, Bos KPK Malaysia Dikirimi Surat Isi Peluru

Rabu, 23 Mei 2018 – 15:36 WIB
Najib Razak dan Rosmah Mansor. Foto: AFP

jpnn.com, PUTRA JAYA - Mohd Shukri Abdull tengah menjadi sorotan media Malaysia. Pasalnya, dia baru saja ditunjuk Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk memimpin Malaysia's Anti-Corruption Commission (MACC) alias Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM).

Shukri bukan orang baru di lembaga yang setara dengan KPK di Indonesia tersebut. Dia pernah menjabat sebagai wakil ketua SPRM di era PM Najib Razak.

BACA JUGA: Senyum Najib di Markas KPK Malaysia

Kini Shukri punya tugas berat. Dia harus mengusut salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah Malaysia, 1MDB. Tentunya dugaan keterlibatan Najib menjadi bagian dari tugas tersebut.

Kasus 1MDB juga bukan barang baru bagi Shukhri. Ketika masih menjabat wakil ketua SPRM, dia pernah turun tangan langsung dalam proses pengusutan. Itu terjadi setelah SPRM memeriksa Najib untuk pertama kalinya pada 2015 silam.

BACA JUGA: Wanita Mongol Itu Kembali Nongol

Dalam pemeriksaan itu, Najib mengklaim uang yang mengalir ke tiga rekening pribadinya dan diduga kuat sebagai dana 1MDB dia dapatkan dari Arab Saudi.

Nah, Shukri sempat bertolak ke Riyadh dan mengonfirmasikan keterangan Najib itu. Pulang dari Saudi, Shukri melaporkan bahwa pihak yang ditemuinya di Saudi membenarkan keterangan Najib.

BACA JUGA: Ketakutan, Najib Razak Mohon Perlindungan Polisi

Sayang, sumber tersebut tidak bisa membuktikan bahwa aliran dana yang mengendap di rekening Najib itu benar-benar berasal darinya. Sebab, ada jejak 1MDB dalam aliran dana yang jumlahnya tidak sedikit tersebut.

Keterangan Shukri itu lantas menjadi bumerang baginya. Setelah keterangan penting yang disebarluaskan media dan membuat kecurigaan publik terhadap Najib serta kroni-kroninya kian besar, Shukri panen ancaman.

Hampir tiap hari dia mendapatkan ancaman kematian. ’’Bahkan, saya pernah dikirimi surat yang isinya peluru,’’ ungkapnya dalam wawancara dengan The Guardian.

Ancaman dan intimidasi tersebut membuat Shukri takut. Dia lantas mengundurkan diri dari SPRM.

Tapi, kini, setelah Najib lengser, Mahathir mempercayakan SPRM kepada Shukri. Ketua sebelumnya, Dzulkifli Ahmad, mengundurkan diri pada 14 Mei lalu.

Selain Ahmad, Mahathir menyingkirkan kroni Najib yang lain dari investigasi 1MDB. Yakni, Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali. Tokoh 68 tahun yang membantu Najib dalam penyelidikan 1MDB itu dinonaktifkan per 15 Mei dan dicekal ke luar negeri.

’’Pemerintahan Najib sudah banyak melakukan penipuan untuk menutupi skandal ini. Akibatnya, investigasi 1MDB dibelokkan dan parlemen tidak pernah diberi keterangan yang benar,’’ kata Menteri Keuangan Lim Guan Eng kemarin.

Sebagai menteri keuangan yang baru, dia pun berharap rezim Mahathir bisa menegakkan hukum dan keadilan serta membongkar skandal yang sangat merugikan Malaysia tersebut. (hep/c22/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gaya Hidup Mewah Terekspos, Nyonya Najib Dapat Julukan Baru


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler