Utang Negara Mencapai Rp 4.567,31 Triliun

Rabu, 24 April 2019 – 05:56 WIB
Utang negara. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Per Maret 2019, utang negara telah mencapai Rp 4.567,31 triliun. Total utang tersebut bertambah Rp 430,92 triliun secara year on year (yoy).

Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan, selama Februari hingga Maret utang naik tipis. "Tambah cuma Rp 1 triliun, karena kita ada juga utang yang jatuh tempo," katanya seperti diberitakan Jawa Pos.

BACA JUGA: Survei: 24,8 Persen Responden Anggap TKA Tiongkok Berbahaya

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 30,12 persen, menurun dibanding kondisi utang pada Februari 2019 yang rasionya 30,33 persen terhadap PDB. Rasio utang terhadap PDB ini masih jauh di bawah ambang batas 60 persen terhadap PDB.

Sementara itu, defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) per Maret 2019 sebesar Rp 102 triliun, atau 0,63 persen terhadap PDB.

BACA JUGA: Prabowo Sebaiknya Introspeksi Sebelum Bicara Utang

Jika dibandingkan defisit anggaran pada periode yang sama tahun lalu, defisit ini sedikit melebar karena pada Maret 2018 defisit anggaran tercatat sebesar 0,58 persen terhadap PDB.

Di samping menarik utang, pemerintah juga telah membayar bunga utang sebesar Rp 70,6 triliun hingga akhir Maret 2019. Jumlah tersebut setara 25,6 persen dari pagu APBN 2019. Pembayaran bunga utang ini naik 3,1 persen (yoy). Pada Maret 2018, pembayaran bunga utang masih Rp 68,5 triliun.

BACA JUGA: Utang Pemerintah Rp 4.418 T, Bu Ani: Kami Tidak Ugal-ugalan

Khusus Surat Berharga Negara (SBN), sepanjang kuartal I lalu pemerintah telah menerbitkan sebesar Rp 185,8 triliun. Menurut Luky, sejak awal tahun permintaan di pasar obligasi memang tinggi.

Pemerintah pun memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan front loading. "Incoming bids (permintaan) memang cukup banyak sepanjang kuartal I lalu," kata dia.

Sementara itu penerimaan negara pada Maret 2019 secara keseluruhan sebesar Rp 350,1 triliun. Capaian tersebut mencakup 16,17 persen dari target APBN 2019 sebesar Rp 2.165,1 triliun. Pendapatan tersebut disumbang oleh pajak, bea, cukai dan hibah.

BACA JUGA: Jangan Lagi Bergantung pada Sektor Migas

Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, kondisi fiskal hingga kuartal I 2019 secara keseluruhan masih aman. Hal itu terlihat dari pertumbuhan utang yang terkendali dan penerimaan negara yang masih baik. Meski, penerimaan negara hanya sedikit pertumbuhannya, yakni 4,9 persen.

"Overall masih aman. Ini terlalu awal untuk menilai bahwa ada risiko. Tapi sejauh ini semuanya masih aman, karena tujuan kita bukan hanya menarik penerimaan, tapi juga meningkatkan pertumbuhan," ujarnya.

Di luar itu, pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan fiskal yang diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. (rin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDB Sektor Pertanian Terus Membaik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler