Vatikan Berhentikan Ratusan Pastor karena Pelecehan Anak

Sabtu, 18 Januari 2014 – 23:02 WIB

jpnn.com - ROMA - Hampir 400 pastor dipaksa menanggalkan jubah kepastorannya di era Paus Benediktus XVI. Penyebabnya, para pastor itu terlibat dalam kasus pelecehan anak.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh kantor berita Associated Press (AP), secara statistik para pastor yang dianggap melanggar selama 2011-2012 meningkat dramatis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dokumen yang dipublikasikan itu adalah salah satu data Vatikan dalam dengar pendapat dengan PBB pada Kamis (17/1) lalu.

BACA JUGA: Kapal Perang Langgar Batas Laut, Menlu Australia Minta Maaf ke Indonesia

Ini adalah pertama kalinya Tahta Suci Vatikan mengeluarkan dokumen ke publik atas kasus-kasus pelecehan anak-anak oleh pastornya. Sebagai salah satu pihak yang turut menandatangani Konvensi PBB tentang hak anak, Vatikan terikat kewajiban untuk mengayomi dan melindungi anggota masyarakat yang paling rentan mendapat pelecehan.

Namun, tim advokasi para korban mengeluhkan karena hingga kini kejelasan penanganan kasus itu oleh pihak gereja masih minim. Disebutkan, para petinggi gereja dalam dengar pendapat dengan PBB di Jenewa menghadapi pertanyaan-pertanyaan kritis, termasuk mempertanyakan alasan gereja menyembunyikan data pelecehan anak.  Vatikan juga ditanya tentang langkah gereja untuk mencegah terulangnya kasus pelecehan di masa yang akan datang.

BACA JUGA: Minta Wisatawan ke India Waspada

Sementara itu, dalam khotbah pada Kamis (17/1), Paus Fransiskus yang menggantikan Paus Benediktus menyebut skandal pelecehan sebagai aib bagi gereja. Desember lalu Paus Fransiskus mengumumkan bahwa Vatikan akan membentuk komite untuk memerangi kasus pelecehan anak di gereja. (esy/jpnn)

BACA JUGA: Pekerja PBB dan IMF Jadi Korban Bom di Kabul

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teror Bom di Restoran Kabul, 14 Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler