Vera Simanjuntak Menangis, Pembicaraan Terakhir Brigadir J dengan Pacarnya Terungkap

Selasa, 25 Oktober 2022 – 18:18 WIB
Tampilan monitor di luar ruang sidang saat pacar Brigadir J, Vera Simanjuntak (kanan atas) memberikan kesaksian. Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Pacar Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigadir J, Vera Simanjuntak menangis saat memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selanta, Selasa (25/10).

Vera tak kuasa menahan air matanya ketika mengenang komunikasi terakhir dengan Brigadir J.

BACA JUGA: Vera Simanjuntak Pacar Brigadir J: Sebelum Kejadian Itu…

Konon kontak itu terjadi saat Brigadir J berada di Magelang, Jawa Tengah.

Ponsel Vera berdering sekitar pukul 20.30 WIB pada 7 Juli, sang kekasih, Brigadir J menelponnya.

BACA JUGA: Bharada E Mengamini Kesaksian Kamaruddin soal Putri Candrawathi Ikut Menembak Brigadir J, Ronny Berkata

"Jam setengah 9 malam dia (Brigadir J, red) telepon. Saya angkat. Di mana, Dik?" kata Vera menirukan pertanyaan Brigadir J.

Vera menceritakan itu untuk menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa.

BACA JUGA: PN Jaksel Akhirnya Temukan Notaris yang Kabur, Sidang Berlanjut

Dia menjelaskan saat itu dirinya berdinas malam.

Vera langsung kaget ketika mendengar cerita Brigadir J. Ada seseorang yang bersikap kurang ajar kepada kekasihnya itu.

Lantaran pembicaraan Brigadir J serius, Vera kemudian mencari tempat lebih nyaman, jauh dari kebisingan.

"Kenapa tadi, Bang? Kurang ajar orang ini. Kurang ajar bagimana?" kata Vera.

Brigadir J menjawab bahwa dirinya dituduh membuat Putri Candrawathi sakit.

"Aku dituduh (membuat) ibu sakit. Sakit apa? Enggak tahu saya, dia bilang. Siapa yang menuduh? Adalah, orang di sini," tutur Vera menjelaskan percakapannya dengan Brigadir J.

Vera bertanya apakah kekasihnya telah melakukan hal kurang ajar kepada Putri Candrawathi.

Brigadir J dengan tegas menjawab tak melakukan apa pun terhadap Putri Candrawathi.

Vera lantas menanyakan sosok yang menuding Brigadir J.

"Siapa yang mengancam? Si Kuat di sini. Ya sudah, kalau abang enggak salah, jangan takut," ujar Vera.

Komunikasi Vera dan Brigadir J Pada 8 Juli

Keesokan harinya, tepatnya pada 8 Juli 2022 sore, empat kali telepon Vera berdering. Namun, empat-empatnya tak diresponsnya.

"Tanggal 8 Juli, ada komunikasi jam 16.10 WIB. Itu telepon empat panggilan tak terjawab," kata Vera.

Vera pun berinisiatif menelepon balik Brigadir J. Sayang, tak mendapatkan respons.

"Saya telpon balik enggak dijawab, hanya berdering," ujar Vera.

Dia pun mengirim pesan singkat via WhatsApp ke nomor Brigadir J.

Semula pesan itu hanya centang satu. Padahal, sepanjang Vera dan Brigadir J berkomunikasi, tak pernah ada kejadian demikian.

Sesaat kemudian pesan itu terkirim dengan centang biru. Kendati demikian, nihil jawaban dari Brigadir J.

"Saya chat, awalnya chat itu ceklist satu, itu tidak pernah WhatsApp seperti itu. Kemudian, centang biru dua. Enggak ada balas," ujar Vera.

Karena khawatir, pada pukul 16.31 WIB, Vera mencoba menghubungi Brigadir J kembali dan direspons.

Komunikasi keduanya tak berlangsung lama. Brigadir J hanya menjawab "Nanti abang kabari lagi," kenang Vera.

Ternyata, komunikasi tak lama itu merupakan terakhir kalinya Vera mendengar suara sang kekasih.

"Enggak ada (komunikasi) lagi, Yang Mulia," ujar Vera kepada hakim.

Vera merupakan salah satu saksi yang dihadirkan JPU untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. (cr3/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler