Via Vallen Hanya Berteduh di Pendopo Saat Hujan

Jumat, 26 Januari 2018 – 06:32 WIB
Via Vallen melakukan wefie bersama para penggemar di sekitar pendopo. Foto: Ist

jpnn.com, SIDOARJO - Tim kreatif bakal calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memenuhi panggilan Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (25/1).

Pemanggilan tersebut berkaitan dengan tudingan pendopo kabupaten dipakai untuk shooting video klip Jatim Sedulur, jingle lagu kampanye Gus Ipul-Puti Soekarno.

BACA JUGA: Video Klip Via Vallen Untuk Gus Ipul-Puti Tabrak Aturan?

Agung Putu Iskandar, mewakili tim kreatif, mengatakan pihaknya tidak sekalipun berniat menjadikan pendopo sebagai lokasi pengambilan gambar.

“Bahkan, tidak ada dalam story board kami yang menyebut pendopo,” katanya dalam konferensi pers di kantor Panwaslu Sidoarjo, Jalan Pahlawan.

BACA JUGA: Gara-gara Via Vallen, Pemkab Ditegur Panwaslu

Agung mengatakan, sebelum kegiatan pada Senin, 22 Januari lalu, timnya berencana mengambil gambar di alun-alun Sidoarjo.

Namun, saat hendak shooting itulah, hujan turun. Para kru, termasuk Via Vallen, lantas berteduh di pendopo.

BACA JUGA: Anas Janji Menangkan Gus Ipul-Puti di Banyuwangi

Sejumlah kru beraktivitas sambil menunggu hujan reda. Saat itulah mereka dituding menggunakan pendopo yang merupakan fasilitas negara sebagai lokasi kampanye.

tim kreatif Gus Ipul saat jumpa pers

Padahal, kata Agung, saat itu mereka hanya berlindung dari hujan. Sejumlah petugas kepolisian juga ikut mendampingi karena Via Vallen mulai diserbu fans.

“Pertimbangannya ya hujan dan faktor keamanan. Silakan dicek saja nanti di hasil akhir videonya. Saya jamin tidak ada video pendopo bahkan sepersekian detik pun,” tegas Agung.

Kedatangan tim kreatif Gus Ipul di Panwaslu Sidoarjo tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Panwaslu Sidoarjo Muhammad Rosul.


Pemanggilan tersebut, kata dia, semata bertujuan untuk klarifikasi. “Untuk klarifikasi saja,” katanya.

Rosul mengaku sudah mengirim surat kepada Pemkab Sidoarjo. Namun, surat tersebut bukan karena Panwaslu sudah menganggap terjadi pelanggaran kampanye.

Sebab, Pilgub Jatim belum masuk masa kampanye. Selain itu, unsur pelanggaran juga tidak terpenuhi, yakni kehadiran pasangan calon dan kegiatan tersebut digelar oleh tim kampanye.

“Kami cuma ingin jaga-jaga. Sebab, kegiatan tersebut berpotensi menjadi pelanggaran apabila gambar pendopo menjadi materi kampanye. Ini yang coba kami ingatkan agar di masa depan tidak menjadi masalah,” kata Rosul.

Rosul juga mengapresiasi tim kreatif yang kooperatif. Juga kesanggupan bahwa semua gambar yang melibatkan pendopo akan dihapus.

“Biar tidak jadi sengketa antarpara peserta pilgub karena bisa mengarah pidana. Kami cuma ingin agar kedua pihak tidak ada konflik,” katanya. (flo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puti Guntur Minta Warga Jatim tak Lupa Sejarah


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler