Viral Anggota DPRD Bersitegang dengan Satpam RSUD Tulungagung

Senin, 03 Juli 2023 – 22:37 WIB
Potongan video kejadian intimidasi yang dilakukan oknum legislator berinisial JTA kepada petugas keamanan di area Graha Mandiri RSUD dr. Iskak Tulungagung (ANTARA/HO - Tangkap layar video medsos whatsapp grup)

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Viral di media sosial video anggota DPRD Tulungagung melakukan intimidasi terhadap petugas keamanan RSUD dr. Iskak.

Insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area sekitar gedung Graha Mandiri, dengan durasi 1 menit 44 detik.

BACA JUGA: Inilah Identitas Pelaku Pembunuhan Suami Istri Pengusaha di Tulungagung

"Ada kejadian (ketegangan) yang melibatkan tenaga satpam kami dengan pengunjung (berlatar) anggota DPRD (Tulungagung). Kejadiannya pada Selasa (27/6), sekitar pukul 20.30 WIB," kata Kepala Tata Usaha RSUD dr. Iskak Tulungagung Eko Sudharmono, Senin.

Dia mengatakan manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung akan memberikan perlindungan bagi satpam yang mendapat intimidasi karena berusaha menegakkan aturan terkait ketentuan membesuk pasien dan larangan merokok di dalam areal/lingkungan rumah sakit.

BACA JUGA: Misteri Pembunuhan Suami Istri Pengusaha di Tulungagung, Harta Korban Tidak Hilang

"Itu awalnya petugas menegur pengunjung tersebut (belakangan diketahui berinisial JTA, anggota DPRD Tulungagung) yang sedang merokok di area rumah sakit, kemudian masuk ke graha mandiri dengan membawa anak di bawah umur," tuturnya.

Diduga tak terima ditegur oleh petugas keamanan (satpam), JTA lalu mendatangi penjaga tersebut dan bersitegang.

BACA JUGA: Kronologi Preman Mati di Tangan Sopir Truk, Seorang Pelaku Terbirit-birit

Pada detik ke-22 di rekaman video, nampak JTA melepas masker petugas jaga dan mengatakan sesuatu pada petugas tersebut.

Joko lalu kembali ke pintu lift, tak lama berbalik kembali ke petugas tersebut dan menyentuh kepala petugas jaga tersebut pada detik ke-65.

Petugas yang mendapat perlakuan itu cuma diam, sedang rekannya berusaha meredam suasana.

Petugas jaga tidak tahu bahwa dia berhadapan dengan seorang anggota dewan.

"Tidak tahu, satpam juga tidak tahu," kata Eko.

Pihak RSUD dr. Iskak sudah memediasi kejadian tersebut dan berusaha menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan.

Namun, ada desakan dari pengelola rumah sakit untuk memberikan perlindungan pada pegawainya saat bertugas.

"Apabila menertibkan aturan harus ada perlindungan dari manajemen," kata Eko.

Merasa tak dihargai saat bertugas pihak pengelola rumah sakit bakal membawa perkara ini ke jalur hukum.

"Setelah ini akan kami lapor," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, JTA saat dikonfirmasi melalui telepon mengakui sempat terjadi situasi kurang nyaman saat dia melakukan kunjungan besuk ke RSUD dr. Iskak bersama keluarga.

Namun, dia membantah melakukan kekerasan pada petugas RSUD tersebut, melainkan sebatas melepas masker milik petugas karena nada bicaranya dinilai tidak sopan.

"Tidak ada (kekerasan), aku melepas masker dia iya," jawab JTA kepada awak media.

Terkait rencana pengaduan kejadian itu ke polisi, JTA mempersilakan jika ingin dibawa ke jalur hukum.

Dia bersikeras tak melakukan kekerasan pada pegawai tersebut. Dia juga mengaku tidak mengamuk apalagi memukul petugas RSUD tersebut.

"Ya tidak apa-apa dilaporkan. Saya tidak ada (melakukan) kekerasan fisik," katanya. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Wanita Tersangka Praktik Aborsi di Jakarta Pusat Ternyata...


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler