Virus Langka Serang Ratusan Bocah di AS

Belum Ada Vaksin untuk EV-D68

Selasa, 09 September 2014 – 06:54 WIB

MISSOURI - Alarm kesehatan di sepuluh negara bagian di Amerika Serikat (AS) sedang meraung-raung. Ratusan anak di wilayah itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan saluran pernapasan. Sebenarnya, penyebabnya telah diketahui. Yaitu, enterovirus atau EV-D68.
 
Namun, yang tidak biasa, virus tersebut menyebar dengan luar biasa cepat kepada anak-anak. Hal itu pun belum pernah terjadi. Untungnya, hingga saat ini belum ada laporan adanya korban yang meninggal.
 
Anak-anak yang diserang virus itu mengalami panas tinggi, sakit di bagian persendian, bersin-bersin, batuk, dan muncul ruam. Sejatinya, gejala itu mirip dengan orang batuk-pilek umumnya. Namun, pada kasus ini, derajat keparahannya lebih tinggi.
 
Negara bagian yang telah melaporkan persebaran virus tersebut adalah Colorado, North Carolina, Georgia, Ohio, Iowa, Illinois, Missouri, Kansas, Oklahoma, dan Kentucky.

Tidak tertutup kemungkinan sebentar lagi negara bagian yang berbatasan dengan sepuluh wilayah tersebut mengalami hal serupa.
 
Setiap hari di Kansas City setidaknya ada 30 anak yang masuk rumah sakit karena enterovirus itu. Hingga kemarin (8/9), dilaporkan masih ada 450 anak yang dirawat di Rumah Sakit Anak Mercy. Sebanyak 60 orang di antara mereka dirawat intensif.
 
"Saya berpraktik sebagai dokter spesialis anak selama 30 tahun, tapi belum pernah melihat kejadian yang seperti ini," ujar Direktur Divisi Penyakit Menular Rumah Sakit Anak Mercy dr Mary Anne Jackson.
 
Di RS anak Colorado, 900 anak masuk rumah sakit dengan keluhan serupa. Para pasien cilik tersebut berdatangan sejak 18 Agustus lalu. Sebanyak 86 pasien berkondisi parah dan harus dipindahkan ke salah satu fasilitas kesehatan di Kota Aurora.
 
Will Cornejo, 13, salah seorang pasien yang kondisinya cukup parah, sampai harus menggunakan bantuan tabung oksigen selama 24 jam nonstop. Dia dirawat di Rumah Sakit Anak Rocky Mountain.

BACA JUGA: Dinyatakan Kalah, Capres di Afghanistan Tolak Hasil Pilpres

"Saya tidak pernah melihat seperti ini. Dia tidak merespons, hanya berbaring. Tidak bisa berbicara kepada saya. Tubuhnya pucat dan bibirnya membiru," ujar Jennifer Cornejo, ibu Will.
 
Departemen Kesehatan dan Pelayanan Missouri mengungkapkan, 19 pasien yang dites di Kansas City positif terserang enterovirus. Namun, belum diketahui cara menyebarnya virus itu yang begitu cepat.

Diperkirakan, persebaran terjadi sejak hari-hari pertama masuk sekolah pertengahan Agustus lalu. Karena itulah, penularan dari satu anak ke anak lainnya sangat cepat.
 
Belum ada vaksin untuk enterovirus tersebut. Juga, tidak ada pengobatan spesifik untuk infeksi karena virus tersebut. Bisa dibilang, perawatannya sama dengan flu biasa dan akan sembuh sendiri.
 
"Beberapa orang yang mengalami infeksi pernapasan karena EV-D68 mungkin harus dirawat intensif di rumah sakit," terang Departemen Kesehatan dan Pelayanan Missouri.
 
Untuk mencegah meluasnya persebaran, beberapa negara bagian melarang anak-anak di bawah usia 12 tahun mengunjungi fasilitas kesehatan jika tidak benar-benar sakit. Salah satu yang menerapkan larangan tersebut adalah Illinois. (CNN/USA Today/sha/c5/ami)

BACA JUGA: Ada Aroma Palestina, Dubes Selandia Baru Ditolak Israel

BACA JUGA: Kate Middleton Hamil Lagi, PM Inggris Ikut Happy

BACA ARTIKEL LAINNYA... AS Ikut Mengenang 10 Tahun Kematian Munir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler