Virus Ransomware Wanna Cry Menyerang, Data Kependudukan Tetap Aman

Rabu, 17 Mei 2017 – 19:15 WIB
Seorang warga saat melakukan perekaman e-KTP di kantor Dispendukcapil Siola, Senin (16/5). Pemkot Surabaya telah mengantisipasi ancaman virus Wanna Cry demi keamanan data kependudukan. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Jawa Timur mewaspadai merebaknya virus Ransomware Wanna Cry. Pasalnya, virus tersebut diyakini bisa mengancam data kependudukan yang telah tercatat di Dispendukcapil.

Hal itu ditegaskan oleh Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Surabaya, Irvan Dani Ananda.

BACA JUGA: Mendikbud Muhadjir Adopsi Sistem Zonasi Pendidikan di Jawa Timur

Saat ini, pihaknya tengah siaga penuh. Sebab, virus tersebut telah menyerang 100 negara. Termasuk Indonesia, bahkan Surabaya.

“Karena itu, kami mewantiwanti ke seluruh pegawai Dispendukcapil untuk tidak membuka link-link yang nggak jelas,” ujar Irvan seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu (17/5).

BACA JUGA: Mobil Dinas Kapolres Situbondo Kecelakaan, Begini Kondisinya!

Pasalnya, lanjut Irvan, link yang tidak bertuan itu bisa jadi pemicu datangnya virus Ransomware Wanna Cry.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan update anti virus. Bahkan, windows keluaran teranyar juga sudah menempel di semua PC milik Dispendukcapil.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Prostitusi Terselubung Rumah Dijual

“Itu sudah kita lakukan secara berkala. Kami harap antisipasi tersebut bisa mencegah datangnya virus Wanna Cry,” lanjut Irvan.

Irvan menambahkan, sebenarnya jaringan Dispendukcapil termasuk golongan internal dan tertutup. Jadi, tidak bisa terkoneksi dengan virus yang berasal dari luar.

Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan. Sebab, kemungkinan jaringan internal terganggu virus bisa saja terjadi.

Jika sudah begitu, lanjutnya, data yang ada akan terkunci. Dan proses membuka kunci tersebut hanya bisa diakses oleh pihak penyebar virus.

“Padahal kan data yang ada di Dispendukcapil ini banyak dan merupakan data penting,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya juga sudah melakukan back up data. Irvan mengaku, Dispendukcapil sudah melakukan back up data kependudukan dari komputer maupun server lokal sesuai imbauan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.
“Back up perlu kami lakukan karena data-data ini memang sangat penting. Proses back up ini secara rangkap. Baik pusat maupun Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Karena itu, ia menjamin seluruh data 3,2 juta penduduk Surabaya di Dispendukcapil tetap aman.

Seperti diketahui, virus Ransomware Wanna Cry ini, bakal menyerang data yang ada di komputer maupun yang tersimpan di cloud services. Hal itu bakal mengakibatkan data itu terenkripsi dan tidak bisa diakses oleh pemiliknya. (gus/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inovatif, Ubah Ranting Manggis Jadi Bahan Antibiotik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler