Wabah Chikungunya Serang Tiga Kelurahan

Kamis, 15 Januari 2015 – 17:51 WIB
Ilustrasi. FOTO: dok

jpnn.com - KEDIRI - Wabah chikungunya kembali berjangkit di Kota Kediri. Setelah menyerang Kelurahan Rejomulyo, penyakit tersebut meluas ke kelurahan lainnya. Dalam seminggu terakhir, puluhan warga di tiga kelurahan terserang penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu. 

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, selain Rejomulyo, chikungunya menyerang Kelurahan Burengan dan Jamsaren, tepatnya di lingkungan Kleco. 

BACA JUGA: Dikira Kembar, Ternyata yang Lahir Bayi 5 Kg

Di Kelurahan Burengan, sejumlah warga mengeluhkan nyeri persendian dan demam tinggi karena terkena virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti tersebut. Sedikitnya, 15 KK (kepala keluarga) di wilayah itu telah terserang chikungunya dalam seminggu terakhir. 

''Di setiap rumah hampir seluruh anggota keluarganya terkena. Yakni, lima sampai enam orang,'' ungkap Setio Hadi, ketua RT 3, RW 11, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, kemarin. 

BACA JUGA: Damaikan Kasus Pencurian, Polri Digugat ke Pengadilan

Dia menuturkan bahwa dirinya dan keluarga juga baru sembuh dari penyakit tersebut. Dia menderita nyeri-nyeri di persendian hingga lumpuh dan tidak bisa berjalan. ''Empat hari ini baru sembuh. Saat ini ada beberapa rumah yang penghuninya terkena,'' bebernya. 

Tidak hanya menyerang warga RW 11, chikungunya juga menjangkiti puluhan KK lain di RW 12, Burengan. Di RT 1, RW 12, ada sepuluh KK yang terserang. Lalu, di RT 2, RW 12, ada enam KK yang mengalami gejala serupa. ''Saat ini saya masih merasakan nyeri di hampir seluruh tubuh,'' tutur Darmi, ketua PKK RT 1, RW 12, Kelurahan Burengan. 

BACA JUGA: Penolakan Revitalisasi Teluk Benoa Karena Persaingan Bisnis

Menurut dia, serangan chikungunya di lingkungan tempat tinggalnya seperti merembet. Setelah menyerang para penghuni salah satu rumah, chikungunya lantas menyebar ke rumah warga yang lain. Setiap satu rumah terserang, hampir seluruh penghuninya menderita sakit yang sama. 

Karena itu, mereka melaporkan kejadian tersebut ke kelurahan dan diteruskan ke dinas kesehatan (dinkes). Makanya, saat dua petugas fogging dari dinkes kemarin mendatangi lingkungan mereka, warga merasa senang. ''Kami berharap, tidak akan ada lagi warga yang terkena chikungunya setelah ada fogging,'' ujarnya.

Selain di Burengan, petugas dinkes melakukan fogging di lingkungan Kleco kemarin. Lalu, kelurahan Rejomulyo yang sejumlah warganya kembali terserang chikungunya baru akan menjalani fogging hari ini (15/1). 

Chikungunya menjangkiti Kelurahan Rejomulyo pada Desember 2014. Kala itu Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, juga terkena. (ut/ndr/dwi/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibunda Princess Santang Menangis usai Sidang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler