Wabah Difteri Menjalar, Penjual Terompet Ikut Kena Imbas

Senin, 01 Januari 2018 – 16:18 WIB
Penjual terompet. Ilustrasi. Foto Ricardo/jpnn

jpnn.com, BEKASI - Sejumlah penjual trompet musiman menjerit lantaran penyakit difteri yang tengah mewabah.

Alhasil tak sedikit masyarakat yang segan membeli terompet yang disebut-sebut sebagai salah satu media penyebaran difteri.

BACA JUGA: Difteri Mewabah, Terompet Kurang Peminat

Seorang pedagang terompet yang berjualan di Depan Prima Harapan Bekasi Utara, Panjul (32) misalnya. Dia mengatakan, tahun ini terompet yang dia jual sepi peminat.

Biasanya dia mampu menjual 5 sampai 10 terompet dalam sehari, saat ini dia hanya mampu menjual satu.

BACA JUGA: Terompet Kalah Laris, Ayah Hendak Bunuh Anak Kandung

“Saya jualan dari 27 Desember sampai malam tahun baru, tapi dari jualan tanggal segitu saya baru dapet Rp 150 ribu, kalo dulu mah bisa sampai Rp 500 ribu,” ujar Panjul, Minggu (31/12).

Menjual dengan banyak varian bentuk trompet, Panjul menbandrol harga dari Rp 5- Rp 35 ribu. Namun lantaran daganganya sepi peminat dirinya akhirnya membanting harga terompet dengan murah.

BACA JUGA: Bos Pembuat Terompet, Ternyata Keuntungannya, Wow!

“Ini sih siasat ajah, kalo memang masih banyak yang belom laku terjual, paling saya jual dengan harga murah,” ucapnya.

Menurutnya, wabah penyakit difteri membuat sejumlah pedagang seperti dirinya gigit jari untuk jualan tahun ini.

“Penyakit difteri kan sekarang-sekarang ini booming, lah kalo terompet kan sudah dari dulu, masa cuma gara-gara niup terompet jadi kena difteri, berita ini jadi kita yang kena imbasnya, penjualan malah jadi sepi,” keluhnya. (dyt/gob)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cegah Difteri, Jangan Bergantian Tiup Trompet


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler