Waduh, Baranusa Melaporkan Erick Thohir dan Sri Mulyani

Jumat, 10 Juli 2020 – 18:42 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) melaporkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Ombudsman RI.

Baranusa mengadukan keduanya atas dugaan melakukan maladministrasi, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) terkait penempatan orang yang merangkap jabatan di BUMN.

BACA JUGA: Kabur Lewat Pintu Belakang, Ternyata Ini yang Dibahas Erick dengan Firli Bahuri Cs

Menurut Ketua Umum Baranusa Adi Kurniawan, kebijakan Erick dan Sri Mulyani telah mencederai semangat revolusi mental yang pernah digaungkan Presiden Joko Widodo.

"Rangkap jabatan dan dimasukkannya TNI-Polri aktif itu bertentangan dengan revolusi mentalnya Pak Jokowi," ujar Adi di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Jumat (10/7)

BACA JUGA: Cerita Wamen Budi Arie saat Jadi Wartawan dan Terkenang Wawancara dengan Bu Sri Mulyani

Alasan lain, kebijakan rangkap jabatan, kata Adi, juga bertentangan dengan nilai-nilai reformasi yang diperjuangkan aktivis 98.

"Teman-teman aktivis 98 pada saat itu jelas-jelas menolak yang namanya KKN di dalam sejumlah lembaga apa pun," ucapnya.

BACA JUGA: Bagi yang Belum Tahu Modus Maria Pauline Bobol BNI Rp 1,7 Triliun, Silakan Baca

Adi kemudian mencontohkan rangkap jabatan yang dimaksud antara lain, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman rangkap jabatan sebagai komisaris di PT Waskita Karya.

"Kemudian, adik ipar dan juga kakak kandung dari menteri keuangan. Kami juga melaporkan sejumlah nama lain," ucapnya.

Adi berharap Ombudsman bisa mendesak Presiden Jokowi mengevaluasi Kementerian BUMN, agar bisa pulih kembali.

"Mendesak presiden mengevaluasi khususnya BUMN. Karena BUMN ini adalah lembaga paling strategis. Kami berharap BUMN bisa kembali, dalam arti secara pengelolaannya betul-betul diperuntukan bagi kemakmuran rakyat," pungkas Adi. (gir/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler