Waduh, PNS Tertangkap Bawa Motor Curian

Senin, 25 Maret 2019 – 12:51 WIB
Pelaku curanmor. Foto JPG

jpnn.com, SURABAYA - s telah disebar di beberapa grup WhatsApp kepolisian.

Petugas melihat motor itu dan Hoiri di halaman Masjid Nurul Hidayah, Jalan Genting Baru.

BACA JUGA: Tepergok Curi Sepeda Motor, Indra Lesmana Diciduk Polisi

Petugas tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka segera memeriksa Hoiri bersama motor Vario bernopol W 6910 NZ yang ditunggangi.

Dugaan polisi tidak salah. Setelah dicek melalui ditlantas, nopol yang terpasang dengan nomor mesin kendaraan tidak sesuai. Pelaku langsung dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

BACA JUGA: Tolong Ambil Sepeda Motor Anda di Kantor Polisi

Meski Hoiri tertangkap, tidak dengan Hamid. Dia berhasil meloloskan diri karena pindah sebelum petugas datang.

Polisi menghubungi dua korban yang melapor kehilangan motor. Ternyata benar, motor tersebut memang milik salah satu korban yang kehilangan.

BACA JUGA: Pelarian Sindikat Curanmor Akhirnya Kandas, Nih Buktinya

Di hadapan penyidik, Hoiri menolak dituduh sebagai salah satu jaringan pencurian motor antarkota.

Dia hanya mengaku dimintai tolong oleh seorang rekannya di Madura. Namanya Sakdi.

Hoiri juga mengaku tidak tahu bahwa motor yang hendak diambil di Surabaya itu merupakan hasil curian.

Bukan hanya itu. Hoiri juga beralasan tidak tahu pasti motor tersebut akan dijual ke mana.

Dia hanya dijanjikan upah Rp 300 ribu untuk mengambil kendaraan itu dari Surabaya ke Sampang.

Meski begitu, polisi tidak percaya begitu saja dan masih mengembangkan kasus tersebut.

Hoiri yang juga berprofesi sebagai guru SD di Sampang itu ditengarai memang terlibat jaringan pencurian motor.

Sementara itu, Sakdi dan Hamid kini masuk daftar pencarian orang. ''Iya status Hoiri PNS guru SD. Kalau ditanya apakah terlibat jaringan pencurian bermotor, ya biasa.

Hoiri mengaku tidak tahu dan baru sekali beraksi. Namun, kami akan terus kembangkan kasus ini,'' tegas Syaifudin.

Dugaan sementara, Hoiri memang berperan mengambil kendaraan dari Surabaya menuju ke Madura.

Adapun eksekutor yang kerap beraksi di wilayah Surabaya adalah Hamid. Sakdi merupakan penadah di Madura.

Untuk melancarkan transaksi, jaringan tersebut biasa menukar nopol kendaraan curian. (yon/c15/eko/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelaku Curanmor Gagal Lari ke Atap, Babak Belur Dikeroyok Warga


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler