Wahai Rusia! Tolong Dengar Permintaan Keluarga Korban MH17 Ini, Sederhana Kok

Rabu, 14 Oktober 2015 – 13:39 WIB
Quinn Schansman (kanan) menerima buku tentang tragedi MH17 yang turut mengorbankan anaknya daripada fotografer, Wouter de Wild yang merekam kecelakaan pesawat tersebut jatuh di timur Ukraine pada 17 Juli tahun lalu. Foto: Int

jpnn.com - AMSTERDAM - Sejak hasil tim investigasi internasional diumumkan di Belanda, Selasa malam yang menyatakan bahwa pesawat MH17 dipastikan ditembak jatuh dengan peluru kendali BUK buatan Rusia, para keluarga langsung menyampaikan unek-unek mereka.

Salah seorang ayah dari penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 yang menjadi korban kecelakaan di timur Ukraina Juli tahun lalu, tidak ingin mengetahui tentang laporan tragedi itu yang diumumkan pihak Dewan Keamanan Belanda (DSB), Selasa (13/10) kemarin. Sebaliknya ia hanya menginginkan permintaan maaf dari pihak terlibat.

BACA JUGA: Laporan Akhir Investigasi Internasional: MH17 Jatuh Ditembak Rudal

Thomas Schansman dari Amerika Serikat mengatakan, dia sudah memprediksi hasil penyelidikan itu hanya menjelaskan tentang bagaimana pesawat tersebut ditembak, tetapi bukan menjelaskan siapa pihak bertanggung jawab mendalangi serangan.

"Jika kita mampu untuk mencari pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan itu dan jika mereka ingin berkata, 'Kawan, kami tidak berniat untuk menembak jatuh pesawat ini', itu saja yang saya ingin dengar.

BACA JUGA: Ini Informasi Penting bagi Penggemar Majalah Playboy

"Saya ingin tahu jika tragedi itu adalah satu kecelakaan dan bukan niat mereka untuk menembak jatuh MH17, '' katanya kepada saluran ABC.

Namun katanya, hingga kini, dia masih tidak mendengar permohonan maaf baik dari Rusia maupun dari pihak yang terlibat.

BACA JUGA: Sasar Basis ISIS, Rusia Targetkan Bom 53 Lokasi Di Suriah

Schansman yang kehilangan putranya, Quinn Lucas, 19, berkumpul di Pangkalan Udara Gilze-Rijen di Belanda bersama anggota keluarga penumpang lain untuk mendengarkan laporan  terkait kecelakaan itu dari Ketua DSB, Tjibbe Joustra.

Wakil Ketua Asosiasi Bencana Udara MH17, Evert Van Zijtveld mengatakan, apa yang mereka inginkan adalah fakta-fakta dasar kejadian itu.

"Hal ini karena terlalu banyak propaganda dan politik. Terlalu banyak 'ahli' yang memberi pandangan mereka," katanya yang kehilangan anak lelaki, perempuan dan orang tua mertua dalam kejadian itu.

Sementara itu, Barry Sweeney orangtua dari seorang penumpang bernama Liam percaya, semua penumpang jet tersebut mati seketika.

Katanya, mereka diberitahu pesawat itu ditembak rudal BUK yang mengakibatkan bagian kokpit terpisah dari badan utama kapal yang memungkinkan menciptakan kepanikan bagi penumpang.

"Diharapkan penumpang tidak sadar saat kejadian itu terjadi dan hal tersebut mungkin bisa menenangkan hati anggota keluarga korban, '' katanya.(Bernama/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ceroboh, Toko Senpi Didenda Rp 81,6 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler