Wakapolri Sebut Stabilitas Politik dan Keamanan Modal untuk Membangun Ekonomi

Selasa, 29 November 2022 – 21:20 WIB
Wakapolri Komjen Pol Gatot Edy Pramono mengatakan stabilitas politik dan keamanan menjadi nilai pokok untuk membangun Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Foto: Dok pribadi for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Edy Pramono mengatakan stabilitas politik dan keamanan menjadi nilai pokok untuk membangun Indonesia menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. 

Gatot mengungkapkan hal itu berdasarkan prediksi Bank Dunia dan Price Waterhouse Coopers, bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar 2045. 

BACA JUGA: Potensi Terjadinya Politik Uang di Daerah ini Sangat Tinggi

Gatot mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Wilayah I dan Diskusi Publik Pemulihan Ekonomi dan Polarisasi Sosial di Perkotaan, yang dihelat oleh DPW Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Provinsi DKI Jakarta. 

"Syaratnya ada dua, yang pertama adanya stabilitas keamanan dan politik, kemudian yang kedua adalah adanya pertumbuhan ekonomi yang stabil," terang Gatot.

BACA JUGA: Tips Aman dari Resesi Ekonomi 2023, Keuangan Tahan Banting

Dia menuturkan sebelum pandemi Covid-19 Indonesia diprediksi dapat keluar dari middle income trap pada 2037.

"Melihat kondisi ekonomi kita saat ini, pertumbuhan ekonomi kita berada pada angka 5,72 persen, ini memberikan optimisme pada kita semua. Ini lah kita harus menjaganya," katanya. 

BACA JUGA: Sutarmidji Berharap Silabis ISMI Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Mengutip kalimat Presiden Jokowi saat G20, Gatot mengatakan harus ada kerja sama antarnegara untuk lepas dari jeratan krisis ekonomi pasca pandemi.

"Ini merupakan cikal bakal alasan dibentuknya pandemic funds di G20, agar ini juga menjadi bentuk keseriusan tidak hanya dari negara tetapi kita semua dapat menghadapi krisis ekonomi pada pandemi di masa depan," lanjut Gatot. 

Ketua DPW Petanesia DKI Jakarta, Lutfi Hakim menyampaikan sinergitas petanesia dengan beberapa steakholder terus dijalin untuk pembangunan negeri. 

Menurutnya, isu-isu besar yang masih menjadi tugas besar seperti misalnya penguatan ekonomi dan polarisasi sosial.

"Ditandai dengan politik identitas ini hal mau tidak mau menjadi perhatian pengurus Petanesia terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya," ucap Lutfi 

Sebagai informasi, diskusi publik yang diselenggarakan juga berkaitan dengan tema besar Pemulihan Ekonomi dan Polarisasi Sosial. Diantara Nara sumber yang hadir, Doni Gahral Adian, Arief Puyauno dan Soleh Basyir berusaha mengupas tuntas dua persoalan ini.

Acara dihadiri oleh perwakilan ormas keagamaan, seperti misalnya PGI, KWI, Walubi dan PHDI juga Pengurus Willayah Nahdlatul Ulama dan organisasi masyarakat dan kepemudaan lainnya.(mcr10/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler