Waketum PB Porserosi: Muddai Madang Paling Pantas Pimpin KONI Pusat

Rabu, 12 Juni 2019 – 12:05 WIB
Muddai Madang . Foto: Irwansyah/sumeks

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PB Porserosi Ganjar Razuni menilai Muddai Madang layak menjadi orang nomor satu di KONI Pusat periode 2019-2023.

"Pak Muddai Madang itu figur yang paling pantas untuk memimpin KONI Pusat. Bukan hanya pengalamannya menduduki jabatan penting di organisasi olahraga, melainkan saat menjabat ketua KONI Provinsi Sumsel terpilih sebagai Ketua KONI Provinsi Terbaik pada KONI Award 2014," kata Ganjar, Selasa (11/6).

BACA JUGA: Ketua Umum KONI Sebaiknya Dari Kalangan Swasta agar Gampang Cari Dana

Pengalaman Muddai mengelola KONI Sumsel selama dua periode, sambung mantan wasekjen kONI Pusa 2011-2015, semakin lengkap.

BACA JUGA: Ketua Umum KONI Sebaiknya Dari Kalangan Swasta agar Gampang Cari Dana

BACA JUGA: Muddai Madang Resmi Lepas Sahamnya di Sriwijaya FC

Sebab, Muddai pernah mendapat kepercayaan untuk menangani event seperti PON 2004, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian Games 2018 serta berbagai single event yang digelar di Palembang.

"Segudang pengalaman baik di ajang multievent nasional dan internasional itu akan menjadi pelengkap bagi Pak Muddai untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

BACA JUGA: Harapan Muddai Madang Usai Lepas Saham Sriwijaya FC

Hubungan Muddai dengan KOI dan pemerintah, kata Ganjar, tidak perlu diragukan lagi. Jiwa kewirausahaan Muddai juga tak perlu diragukan.

"Dia sudah membuktikanya saat menangani SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asian Games 2018 yang digelar di Palembang. Itu kan sebagai bukti bahwa Pak Muddai mampu menjalin hubungan baik dengan Kemenpora," imbuhnya.

Ganjar juga menyebut Muddai sudah menyiapkan program KONI Pusat ke depan baik dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia maupun dalam penggalangan dana melalui sponsor dan badan usaha milik negara (BUMN).

Sebelumnya, Muddai yang juga pengusaha mengajukan diri karena sudah punya konsep untuk membangun prestasi olahraga.

Program tersebut antara lain membangun koordinasi yang sangat erat antara KONI, KOI, dan Kemenpora.

"Saya ingin hubungan ketiga lembaga lebih solid lagi. Semuanya harus terencana, berjalan dengan baik dan transparan," katanya.

Dia juga sangat memahami kesulitan masalah dana pembinaan olahraga. Apalagi, KONI Pusat sebagai tempat bernaungnya induk-induk organisasi olahraga amatir (PB/PP) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan prestasi olahraga Indonesia.

"Selain bantuan dana dari pemerintah melalui APBN, saya akan mencoba mencarikan dana KONI melalui sponsor dan melibatkan pihak-pihak swasta dan BUMN yang memiliki dana CSR (corporate social responsibility)," imbuhnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JK Janji Angkat Peraih Medali Asian Games 2018 Jadi PNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler