Wali Kota Jogja Menolak Kebijakan Jokowi Naikkan BBM

Sabtu, 22 November 2014 – 16:38 WIB
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat menemui mahasiswa yang minta dukungan penolakan kenaikan harga BBM, Jumat (21/11). Foto: Heru Pratomo/Radar Jogja/JPNN

jpnn.com - JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) akhirnya membubuhkan tanda tangan pada petisi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Langkah orang nomor satu di Pemkot Jogja ini dilakukan setelah para mahasiswa peserta demo yang menggeruduk Balai Kota Timoho kemarin (21/11) menodongnya untuk teken.

Aksi sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Jogja ini ditemui wali kota di Jalan Ipda Tut Harsono di depan Balai Kota

BACA JUGA: Hajar Truk Bermuatan Pasir, Penunggang Vixion Tewas

“Saya ini wali kota hasil pilihan langsung rakyat. Jadi, saya juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat karena terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini,” ujar HS di depan para mahasiswa dilansir Radar Jogja (Grup JPNN.com), Sabtu (22/11).

Awalnya HS sempat menolak menandatangani petisi yang dibawa para mahasiswa, meski dia menyetujui beberapa poin dalam petisi itu. Setelah berdiskusi singkat dengan Kapolrestabes Jogja Kombes Pol Slamet Santosa, wali kota pun akhirnya bersedia menandatangani petisi itu dengan alas punggung mahasiawa.

BACA JUGA: Tolak Kartu Sakti Jokowi, Massa HMI Bakar Motor

“Bismillah saya tanda tangani petisi ini,” ujarnya.

Petisi tersebut antara lain berisi tuntutan renegosiasi kontrak karya migas, pemberantasan mafia migas dan menasonalisasi aset-aset asing di bawah kontrol pemerintah yang mewakili masyarakat.

BACA JUGA: Santap Tongkol, Ratusan Karyawan Pabrik Wig Keracunan

Dalam kesempatan ini, HS juga meminta jaminan kepada mahasiswa agar tidak ada aksi anarkistis selama demo menolak kenaikan BBM di Kota Jogja, seperti yang terjadi sebelumnya di Pertigaan Revolusi, Jalan Solo.

Menurut wali kota, masyarakat sudah terbebani dengan kenaikan harga BBM, sehingga jangan sampai semakin susah karena ada demo mahasiswa yang anarkistis.

“Saya minta jaminan tidak ada aksi anarkistis, aksi bakar-bakaran di Kota Jogja. Aksi unjuk rasa boleh saja, tapi harus damai," katanya.

Terhadap aksi yang dilakukan secara damai dan santun, ia mendukung para mahasiswa menolak kenaikan harga BBM.

"Hidup mahasiswa, hidup rakyat, Jogja istimewa,” teriak HS di depan massa aksi.

Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Se-Jogja Menolak Kenaikan Harga BBM  Zaenudin mengungkapkan, dengan tanda tangan HS pada petisi itu merupakan bukti aksi Pemkot Jogja, dalam hal ini wali kota turut mendukung aksi mahasiswa.

“Petisi ini menjadi bukti dukungan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti,” terangnya.

Meski sudah mendapatkan dukungan dari wali kota Jogja, menurut Ketua Cabang PMII DIJ ini, aksi mahasiwa menolak kenaikan harga BBM masih akan terus dilanjutkan. Ketika ditanya sampai kapan aksi dilakukan, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogja ini mengatakan melihat perkembangan dulu.

“Tentatif, masih belum bisa dipastikan sampai kapan,” katanya. (pra/laz/ong)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gagal Tangkap Bebek, Remaja Ini Malah Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler