Walk Out Saat PSI Bicara, Anggota DPRD DKI Disebut Pertontonkan Dagelan

Senin, 14 Desember 2020 – 22:32 WIB
Pemprov dan DPRD DKI Jakarta menyepakati nilai KUA-PPAS untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sebesar Rp 82,5 triliun. Foto: dok pri untuk jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Aksi sebagian anggota DPRD DKI Jakarta yang walk out saat Fraksi PSI menyampaikan pandangan umum di rapat paripurna dinilai sebagai sikap kekanak-kanakan.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi mengatakan, tindakan walk out seluruh fraksi seharusnya tidak perlu terjadi.

BACA JUGA: Minta Anies Lawan DPRD, PSI Ungkit Kisah Keberanian Ahok

Menurut dia, anggota dewan seharusnya tidak menunjukkan emosi saat membahas kepentingan rakyat.

Akhirnya, lanjut dia, tindakan tersebut justru membuat malu anggota DPRD DKI Jakarta sendiri.

BACA JUGA: DPRD DKI Kebelet Naik Gaji, Warga Jakarta Ramai-Ramai Dukung PSI

"Tindakan aksi walk out anggota dewan seperti anak kecil sedang ngambek. Ngambek itu yang nama lain dari emosi. Masak anggota dewan DKI mempertontonankan dagelan emosi di depan publik. Hal ini mempermalukan diri sendiri, dan merusak citra partainya sendiri," kata dia di Jakarta, Senin (14/12).

Dia mengharapkan seluruh fraksi di DPRD DKI Jakarta bisa mencari solusi bersama, bukan malah ngambek bersama-sama.

BACA JUGA: Pendiri Teman Ahok Apresiasi Sikap PSI Tolak Kenaikan Gaji DPRD DKI

Menurutnya, walk out saat PSI bicara di rapat paripurna bukan cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah.

"Dalam Politik bukan memperlihatkan emosi, atau rasa ngambek rame-rame. Berpolitik itu, cari solusi bukan memperlihat dendam pribadi kepada PSI, dengan meninggalkam ruang sidang. Tidak suka dengan PSI, bukan mennggalkan ruang sidang rame-rame, tapi cari solusinya," ujarnya.

Namun, Uchok juga mengingatkan, PSI seharusnya tetap konsisten dengan apa yang telah disetujuinya. Jangan sikap yang telah disampaikan berubah di tengah perjalanan.

"PSI juga, dalam politik harus konsisten dong dalam berkomitmen. Jangan seperti anak kecil juga, hari ini setuju, besok kau yang mengakhiri dengan bye bye tidak setuju kepada anggota lain. Tidak boleh begitu dalam berpolitik," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, dalam rapat Raperda tentang perubahan Perda nomor 1 tahun 2015 di gedung DPRD DKI Jakarta Senin (14/12), sejumlah fraksi melakukan aksi walkout ketika PSI mendapatkan giliran berbicara menyampaikan pandangan umumnya.

Aksi walkout diduga sebagai respon atas sikap PSI menolak kenaikan RKT dan Gaji DPRD DKI Jakarta. (dil/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler