Wanda, Si Cantik yang Kreatif Banget

Senin, 22 Oktober 2018 – 00:36 WIB
Awanda Brima Destia. Foto: Radar Jogja

jpnn.com - Wanda selektif memilih sabun mandi karena memiliki jenis kulit sensitif. Harga sabun yang mahal membuatnya geleng-geleng kepala. Ia pun akhirnya justru mampu menciptakan sabun sendiri dari bahan alami.

FAIRIZA INSANI, Jogja

BACA JUGA: Gaji dan Pendapatan Hasil Usaha Kreatif Diserahkan ke Ibunya

Dengan senyum ramah, Awanda Brima Destia atau akrab disapa Wanda, menunjukkan beberapa batang sabun batch buatannya yang ditaruh dalam sebuah keranjang persegi.

Batch merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memproses pembuatan sabunnya. Metode itu diterapkan karena sabun yang ia buat berbahan minyak sereh.

BACA JUGA: Usaha Kreatif 4 Mahasiswi Akper, Dekorasi Mini, Cantik

Saat dipegang, ada kesan licin pada sabun batch itu. Aroma yang keluar pun cukup unik, namun tetap menawan. Wanda lantas menceritakan bagaimana awal mula ia bisa memproduksi skin care sendiri dari bahan alami.

“Awalnya tuh karena heran lihat harga sabun, kok mahal banget ya?,” ujar perempuan alumnus Ilmu Komunikasi UMY ini. Ia berkisah, saat itu di sebuah toko nyaris satu jam dihabiskan hanya untuk melihat harga sabun di rak. Kala itu ia tak punya cukup uang untuk membeli sabun. Hingga akhirnya lahir sebuah ide untuk membuat sabun sendiri.

BACA JUGA: Permen Boneka Karya Novita, Omzetnya? Lumayan

Hanya berbekal tontonan di Youtube, Wanda mulai mencoba membuat sabun sendiri. Baginya, membuat sabun juga memerlukan cita rasa (sense) layaknya memasak. “Percobaan itu tentunya ada trial and error beberapa kali,” katanya.

Tak menyerah untuk terus mencoba, Wanda pun mampu menciptakan sabun sendiri. Tepatnya pada 2016, ia kali pertama berhasil membuat sabun. Lambat laun, ia justru kian mampu mengembangkan berbagai ide produk kecantikan.

Pengalaman sang ibu yang kerap terkena sariawan, mendorong Wanda berinisiatif menciptakan pasta gigi sendiri. “Bahannya dari baking soda dan ada perisa mint-nya,” katanya.

Pasta gigi itu pun terbukti manjur. Kendati demikian, ia tak menyarankan sang ibu untuk terus menerus menggunakan pasta gigi buatannya. “Karena baking soda itu punya efek samping. Makanya penggunaan sekitar seminggu tiga kali,” ujar Wanda.

Kian lama ia mahir membuat beragam produk. Mulai dari spray water dari mawar, scrub berbahan dasar kopi atau mawar, masker dari lidah buaya, hingga yang tak kalah kreatif adalah pembersih wajah dari kain katun.

Produk-produk tersebut dibuatnya secara bertahap. Selain itu, pengalaman-pengalamannya dan orang-orang di sekitarnya atas masalah kulit, kian memperkaya ide produksi.

Kapas dari kain katun misalnya, selain mampu membersihkan kotoran wajah secara tuntas, juga bisa menjaga lingkungan tetap lestari. “Karena kapas kan dari pohon. Sekali pakai langsung dibuang. Kan sayang,” ujar Wanda.

Lebih dari itu, perempuan yang lama berdomisili di Jakarta ini juga mengembangkan produknya dengan kemasan yang menarik. Setiap kemasan pembelian, Wanda akan menyisipkan beberapa stiker yang ia gambar sendiri.

Tak hanya itu, ia pun menyisipkan sebuah kertas semacam post card berisi langkah-langkah membuat skin care dengan cara dan bahan yang mudah.

“Bagi saya, membuat sabun sendiri itu sebuah turning point. Saya jadi belajar banyak hal tentang bahan. Terlebih saya belajar tentang kebutuhan tubuh saya sendiri,” ujar Wanda sembari tersenyum. Ide kreatif itu bahkan telah berlangsung satu tahun lebih.

Hebatnya lagi, Wanda bahkan kerap mengisi beberapa pelatihan di masyarakat mengenai cara pembuatan produk skin care-nya. Tak lupa ia pun membagikan ide kreatifnya dalam sebuah booklet. Booklet itu berisi manfaat bahan-bahan alami, cara membuatnya, dan informasi menarik lainnya. (laz)

BACA ARTIKEL LAINNYA... AMPI Salurkan Modal Usaha Untuk Anak Muda Kreatif


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler