Warga Bekasi Dapat Dana Kompensasi Bau Sampah TPA Burangkeng

Minggu, 29 Desember 2019 – 14:26 WIB
Armada truk pengangkut sampah Kabupaten Bekasi membuang sampah di TPA Burangkeng. Foto: Pradita Kurniawan Syah/Antara

jpnn.com, BEKASI - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, dipastikan mendapat dana kompensasi bau sampah dari pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Total dana yang disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, mencapai Rp 450 juta.

"Nilainya Rp450 juta, akan diberikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju, Minggu.

BACA JUGA: Polemik Bau Sampah di Gelora Bung Tomo: Pemkot Surabaya Dinilai Baperan dan Antikritik

Uju mengatakan, Pemerintah Kabupaten tahun depan akan memberikan dana kompensasi kepada 1.000 lebih keluarga yang kena dampak bau sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Dana kompensasi dari pemerintah, menurut dia, akan diberikan dalam bentuk hibah kepada pemerintah desa dan pemerintah desa kemudian akan membagikannya kepada warga yang berhak menerima kompensasi bau sampah.

BACA JUGA: Bau Tak Sedap, Ada Tumpukan Sampah Popok di Sungai

"Ini bagian dari bentuk perhatian pemerintah kepada warganya. Kami juga terus menata agar sanitasi area TPA Burangkeng tidak mencemari air tanah warga," kata Uju.

Warga Desa Burangkeng sebelumnya menuntut pemerintah memberikan kompensasi karena TPA Burangkeng yang luasnya 11,6 hektare menimbulkan polusi udara. Mereka sempat menutup akses jalan menuju TPA untuk menyampaikan aspirasi.

BACA JUGA: Bau Sampah dari TPA, Warga Ancam Demo di Kantor Bupati

Kepala Desa Burangkeng, Nemin, mengapresiasi rencana pemerintah daerah memberikan dana kompensasi bau sampah kepada warga namun tetap mendorong pemerintah menyelesaikan persoalan sampah di TPA Burangkeng.

"Kami tetap mendorong agar pemerintah daerah segera memperluas area TPA," katanya.

Selain itu, Nemin mendesak pemerintah daerah secara berkala memeriksa kualitas udara di kawasan tempat pembuangan sampah serta memperbaiki pengelolaan TPA.

"Pengelolaan teknologi sampah menjadi energi terbarukan juga harus ada di TPA Burangkeng, pemerintah sempat menjanjikan hal itu," kata Nemin. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler