Warga dan Turis Dilarang Memotret Kim Jong Un

Senin, 11 Juni 2018 – 08:38 WIB
Kim Jong Un tiba di Singapura. Foto: Reuters

jpnn.com, SINGAPURA - Kehadiran Kim Jong Un di Singapura menarik perhatian warga setempat dan juga ekspatriat. Melihat langsung sosok diktator dari negara paling tertutup di dunia tentu bukanlah pengalaman yang bisa mereka dapat setiap hari.

Tak heran, banyak orang yang berusaha memfoto cucu pendiri Korut Kim Il Sung itu. Mereka memadati Hotel St Regis tempat Kim Jong Un menginap.

BACA JUGA: Jaga Gengsi, Kim Jong Un Pinjam Pesawat Teman

Jurnalis dari seluruh penjuru dunia pun ikut memburu foto sang pemimpin tertinggi. Saat ini setidaknya 2.500 jurnalis berada di Singapura untuk meliput pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekitar 80 persennya adalah jurnalis asing.

Sayangnya, Kim tampaknya tidak menikmati semua perhatian yang ditujukan kepadanya. Sejak turun dari pesawat dia selalu dikawal begitu ketat.

BACA JUGA: Dikawal Jet Tiongkok, Kim Jong Un Tiba di Singapura Hari Ini

Para pengawal itu tidak mengizinkan sembarang orang memotret Kim, terutama di area hotel. Mereka bahkan langsung meminta turis yang memotret agar menghapus foto-foto tersebut dari HP-nya.

Pemerintah Singapura sendiri ikut memastikan privasi Kim tetap terjaga. Mereka memang tak tanggung-tanggung untuk ikut andil.

BACA JUGA: Tiket Pesawat Habis, Warga Batam Mudik Melalui Singapura

Sejauh ini pemerintah Negeri Singa telah mengucurkan SGD 20 juta atau setara Rp 208,68 miliar untuk menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah itu

Sebelum Kim tiba, Singapura telah mendeportasi dua jurnalis KBS, Korsel karena masuk ke kediaman duta besar Korut di Singapura tanpa ijin. KBS akhirnya meminta maaf.

Sebelumnya Singapura juga melarang masuk beberapa orang yang disinyalir bakal membahayakan KTT.

Singapura memang dikenal sangat ketat terkait aturan. Penduduk bahkan tidak bisa demo seenaknya. Mereka harus ijin lebih dulu dan ada lokasi khusus untuk menuangkan uneg-uneg mereka, tak bisa di sembarang tempat.

”Aturan ketertiban umum yang ketat berarti Trump dan Kim tidak akan menghadapi ancaman keamanan maupun dipermalukan oleh demonstran. Mereka bisa fokus pada inti pertemuan,” ujar Profesor bidang hukum di Singapore Management University Eugene Tan. (sha/ang)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar Terbaru Pertemuan Trump - Kim Jong Un di Singapura


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler