Warga di 3 Desa Menantang Maut

Selasa, 23 Februari 2021 – 09:24 WIB
Warga di Kampung Ciambon, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, hendak menyeberang menggunakan rakit untuk menuju Kecamatan Cikadu karena tak mempunyai fasilitas jembatan Foto: Radar Cianjur

jpnn.com, CIANJUR - Putusnya jembatan gantung akibat Sungai Ciujung meluap membuat warga di tiga desa wilayah Kecamatan Naringgul dan Cikadu, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa menggunakan rakit untuk menunjang segala aktivitas.

Tiga warga di Desa Sukaluyu, Margasari, dan Karyabakti terpaksa menantang maut menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

BACA JUGA: Kombes Susatyo: Doakan Kasat Reskrim Bisa Segera Ungkap Kasus Ini

Selain mengangkut sejumlah warga, rakit yang digunakan juga diperuntukkan menyeberangkan jenis kendaraan seperti sepeda motor.

Ridwan (33) warga Kampung Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, mengatakan ia bersama puluhan warga lainnya harus naik rakit untuk menunjang segala aktivitas ke Kampung Tugu Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun.

BACA JUGA: BLT UMKM Dipungli, Sungguh Tega

“Untuk ongkos relatif murah, antara Rp 3.000 sampai dengan Rp 5.000 untuk sekali jalan,” kata Ridwan seperti dilansir dari Radar Cianjur, Senin (22/2).

Ridwan mengatakan, jembatan gantung putus karena banjir Sungai Ciujung beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Suami Tahu Kalau Mbak YS Berbuat Terlarang, Menerima Rp 1,5 Juta

“Berharap saja pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian lebih terkait akses jalan ini, ” tuturnya.

Senada dengan yang disampaikan Indra Riana Rosid (30) yang tinggal di Kampung Ciambon, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul.

Indra mengatakan dari kampugnya menuju Kampung Cipicung, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, memang belum ada akses jembatan.

Bahkan sejak dulu warga dan anak sekolah setiap harinya menggunakan rakit untuk menyeberang sungai.

“Anak sekolah di sini setiap hari menyeberang sungai dengan rakit, kalau arus sungai sedang naik, maka mereka tidak sekolah karena takut dan berbahaya juga” ucap indra.

Indra berharap segera ada pembangunan jembatan yang layak untuk digunakan masyarakat.

”Saya lahir dan besar di Desa Margasari. Setahu saya dari dulu sampai sekarang enggak ada jembatan yang layak untuk menyeberang,“ katanya. (cr1/radarcianjur)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler