Warga Kampung Jati Sesalkan Pengembang Bawa Puluhan Polisi

Rabu, 21 Februari 2018 – 23:55 WIB
Proyek LRT Jakarta. Foto Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, TAMBUN SELATAN - Warga Kampung Rawa Jati, Jatimulya, Tambun Selatan, menyesalkan sikap pengembang PT Adhi Karya yang membawa puluhan aparat kepolisian ke permukiman mereka, Rabu (21/2).

Kedatangan mereka untuk menyelesaikan enam hektare lahan yang akan digunakan untuk proyek Depo LRT di daerah tersebut.

BACA JUGA: DPRD DKI Soroti Sengketa Lahan Waduk Rawa Rorotan

Salah seorang warga, Juanda, meminta pengembang jangan bertindak seperti itu karena mereka menjadi resah.

“Mereka kepolisian datang 5 truk bersama Dinas Perhubungan dan Adhi Karya. Mereka mau mengukur tanpa ada koordinasi kepada warga. Kami resah karena melihat banyak aparat,” jelasnya.

BACA JUGA: Please, Lindungi Warga Sumur Batu dari Rencana Penggusuran

Lanjutnya, andai pihak Adhi Karya berkoordinasi sebelumnya terhadap warga, mereka tidak akan menghadang dengan membakar ban.

Seorang ibu bahkan terlihat berteriak histeris karena anaknya ketakutan.

BACA JUGA: Perum PPD Gandeng Adhi Karya

“Kami minta aparat Disbub dan PT Adhi Karya supaya duduk bersama dengan warga. Kami juga gak mau terjadi gejolak dengan aparat,” jelasnya.

Karena itu, warga meminta mediasi dengan pihak Adhi Karya untuk membahas permasalahan terkait lahan itu ke depannya. Menurut mereka lahan itu dalam status quo.

Sebelumnya, warga mengaku telah berdemonstrasi ke Istana Negara pada 19 Februari 2017 dan diterima pihak istana pada 20 Februari.

Enam hektare lahan akan digunakan untuk proyek Depo LRT, dihuni 400 kepala keluarga (KK), 7.000 meter di antaranya telah bersertifikat hak milik. Depo LRT ditargetkan selesai 2019.(dam/gob)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dakwaan terhadap Christoforus Tak Jelas Asal Usulnya


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler