Warga Marah! Tempat Sakral di Hiroshima dan Nagasaki Diserbu Pokemon

Jumat, 29 Juli 2016 – 09:12 WIB
Hiroshima Peace Memorial Park. Foto: AFP

jpnn.com - TOKYO - Mayoritas warga Hiroshima, Jepang, meradang. Tempat sakral sekelas Hiroshima Peace Memorial Park dijadikan lokasi battle Pokemon Go oleh segerombolan remaja.

Suasana sakral sudah tergerus, meski peringatan jatuhnya bom atom di Hiroshima tinggal sepekan lagi. Karena itulah, penduduk Hiroshima akhirnya berang. Terlebih, dome yang tersisa dari serangan bom atom pada 6 Agustus 1945 dijadikan sebagai Pokegym. 

BACA JUGA: Lihat Nih... Dulu Tentara Gagah, Kini Waria Gelisah

Penduduk akhirnya meminta pengembang game Pokemon Go, yaitu Niantic Inc, untuk memindahkan Pokestops, Pokegym, dan situs virtual lainnya dari Hiroshima Peace Memorial Park. "Ada sekitar 30 Pokestop dan 3 Pokegym di taman itu sehingga para pemain bisa battle dengan pemain lain,’’ ujar laporan dari stasiun televisi NHK.

Penduduk memberikan tenggat waktu hingga 6 Agustus untuk mensterilkan Hiroshima Peace Memorial Park dari Pokemon dan situs-situs virtualnya. Dengan begitu, peringatan tragedi meninggalnya 140 ribu warga Hiroshima karena serangan bom atom bisa berlangsung sakral tanpa ada orang-orang yang berlarian sambil memandangi telepon genggamnya untuk mencari Pokemon.

BACA JUGA: Turki Rilis 9 Lembaga Pendidikan di Indonesia terkait Terorisme

Permintaan serupa dilayangkan warga Nagasaki. Kota itu kehilangan 74 ribu orang sehari setelah dijatuhkannya bom serupa di Hiroshima. Taman dan museum di Nagasaki kini juga dipenuhi para pencari Pokemon. Penduduk meminta agar Pikachu dan kawan-kawannya pergi dari situs sakral tersebut.

Sebelumnya, operator di pembangkit tenaga nuklir di Fukushima juga meminta Niantic memastikan tidak ada monster Pokemon di dalam fasilitas mereka. Sebab, area di Fukushima masih mengandung radioaktif yang cukup tinggi dan berbahaya bagi manusia.

BACA JUGA: Erdogan Tangkap Puluhan Wartawan, Tutup Paksa 131 Media

Pihak Niantic enggan berkomentar. Niantic memang mengizinkan permintaan penghapusan Pokemon dari tempat tertentu jika dinilai berbahaya bagi para pemain atau dinilai tidak patut. Namun, penghapusan itu harus dilakukan secara manual dan pihaknya tidak menjamin bakal mengiyakan permintaan tersebut. (ap/bbc/sha/c14/any/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wah Wah Wah, Erdogan Tutup 131 Media


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler